Tujuh Warga Palestina Terluka dalam Serangan Israel di Tengah Meningkatnya Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza

Palestinian

Al-Quds, Purna Warta – Tujuh warga Palestina, termasuk seorang perempuan dan seorang anak, mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, di tengah pelanggaran berkelanjutan yang dilakukan Tel Aviv terhadap perjanjian gencatan senjata.

Sumber-sumber medis pada Minggu mengatakan bahwa enam dari korban luka tersebut dibawa ke Rumah Sakit Nasser setelah menjadi sasaran tembakan Israel di wilayah selatan dan tengah Khan Yunis.

Para saksi melaporkan bahwa tank-tank Israel juga menembaki tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung warga Palestina yang mengungsi di al-Mawasi, sebelah selatan Khan Yunis dan sebelah utara Rafah.

Tembakan Israel juga melukai seorang warga Palestina lainnya di Jalan al-Nafaq, bagian timur Kota Gaza, menurut seorang sumber medis.

Sumber-sumber lokal dan para saksi mengatakan bahwa kendaraan militer Israel dan drone quadcopter juga menembaki rumah-rumah serta tenda-tenda yang dihuni warga Palestina yang mengungsi di kawasan al-Tuffah bagian timur.

Artileri Israel menghantam wilayah di sekitar bangunan-bangunan permukiman dekat Kota Sheikh Zayed di Beit Lahia, Gaza utara. Suara tembakan intensif juga terdengar dari posisi-posisi militer Israel di dekat wilayah tersebut.

Di Gaza tengah, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kawasan permukiman di sebelah timur kamp pengungsi Bureij dan melakukan penembakan artileri di sekitar wilayah tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menyebabkan 1.257 warga Palestina tewas dan 4.131 lainnya terluka sejak perjanjian tersebut mulai diberlakukan pada Oktober tahun lalu.

Lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka sejak Israel melancarkan perangnya terhadap Gaza pada 8 Oktober 2023. Warga Palestina menggambarkan serangan tersebut, yang dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat, sebagai tindakan genosida. Sementara itu, hampir 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah hancur.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (UNICEF) pada Jumat melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel telah menewaskan sedikitnya 300 anak Palestina di Jalur Gaza yang terkepung selama 300 hari terakhir sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.

Badan PBB tersebut mengatakan bahwa angka tersebut berarti rata-rata satu anak tewas setiap hari, meskipun telah terdapat kesepakatan yang bertujuan menghentikan agresi militer Israel serta memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan bantuan secara penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *