Gaza, Purna Warta – Tujuh warga Palestina lainnya, termasuk seorang juara olahraga lokal, meninggal dunia akibat kelaparan paksa dan malnutrisi di Jalur Gaza yang terkepung.
Baca juga: Protes Anti-Israel Massal Melanda Tepi Barat
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Minggu bahwa tujuh warga Palestina telah meninggal dunia dalam 24 jam terakhir karena penyebab-penyebab ini, sehingga jumlah total kematian akibat kelaparan dan malnutrisi di Gaza menjadi 176, termasuk 93 anak-anak.
Rezim Israel memblokir bantuan pangan untuk masuk ke Gaza pada bulan Maret. Meskipun blokade dilonggarkan pada akhir Mei, distribusi makanan kemudian diambil alih oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza yang kontroversial, yang didukung Israel dan Amerika Serikat.
Sejak itu, kelaparan telah menyebar di seluruh wilayah Palestina, mengakibatkan peningkatan kematian akibat kelaparan dan malnutrisi.
Pada hari Sabtu, sebuah sumber di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza mengumumkan kematian seorang juara olahraga lokal akibat kelaparan. Atef Abu Khater yang berusia tujuh belas tahun meninggal karena malnutrisi, ungkap keluarganya.
Ia tiba di rumah sakit dalam kondisi kritis, menderita komplikasi parah akibat kekurangan makanan dan perawatan medis. Berat badannya turun drastis dari normal 70 kg menjadi hanya 25 kg sebelum ia meninggal dunia.
Warga Palestina di Gaza sangat membutuhkan makanan karena blokade Israel terhadap bantuan terus berlanjut. Para pejabat PBB dan badan-badan kemanusiaan melaporkan bahwa blokade ini dan pembatasan terkait pengiriman bantuan kemanusiaan telah menyebabkan kelaparan yang meluas di kalangan warga Palestina.
Dalam sebuah video, Evyatar David, tawanan Israel yang ditahan di Gaza oleh gerakan Hamas, memohon kepada pejabat Israel untuk mengizinkan pengiriman makanan ke Gaza. David, 24 tahun, yang telah ditahan sejak Oktober 2023, mengatakan kekurangan makanan juga berdampak pada mereka. “Saya belum makan selama berhari-hari… Saya hampir tidak mendapatkan air minum.”
Baca juga: Tentara Yaman Serang Tiga Posisi Israel dengan Drone dalam Operasi Balasan Baru
Keluarga David mendesak rezim Israel untuk memastikan pengiriman makanan ke Gaza dan meminta masyarakat internasional untuk menekan pejabat Israel agar “melakukan segala yang mungkin untuk menyelamatkan Evyatar.”
Menurut otoritas kesehatan Gaza, perang genosida yang sedang berlangsung telah menewaskan sedikitnya 60.839 orang dan melukai 149.588 orang.


