The Intercept: Amerika Serikat Mengangkut Peralatan Militer ke Israel Menggunakan Penerbangan Penumpang

Amerika Israel

Washington, Purna Warta – Maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, kembali mengangkut sejumlah muatan militer ke Israel menggunakan penerbangan penumpang sipil.

Menurut laporan terbaru mengenai aktivitas maskapai Amerika Serikat United Airlines menunjukkan bahwa pengiriman muatan militer ke Israel kembali dilakukan melalui penerbangan sipil.

Mengutip laporan The Intercept, United Airlines, setelah menghentikan aktivitas tersebut selama lebih dari enam bulan, kembali mengangkut peralatan militer ke Israel menggunakan penerbangan penumpang reguler.

Pada 9 September, maskapai tersebut dijadwalkan membawa lima pengiriman peralatan militer dari Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey menuju Tel Aviv menggunakan penerbangan United Airlines nomor UA90. Berdasarkan dokumen pengiriman yang ditinjau The Intercept, muatan tersebut ditujukan kepada sejumlah fasilitas perusahaan industri pertahanan Israel Elbit Systems.

Satu pengiriman ditujukan kepada divisi electro-optics Elbit Systems di Rehovot, sementara satu lainnya diperuntukkan bagi Elbit Systems Land di Ramat Hasharon. Tiga pengiriman lainnya ditujukan ke fasilitas Elbit Systems di Karmiel. Setidaknya satu pengiriman tersebut diberi tanda FMS (Foreign Military Sales), yaitu pengiriman yang dilakukan dalam kerangka program Penjualan Militer Asing pemerintah Amerika Serikat.

Ribuan pengiriman militer sebelumnya menggunakan penerbangan sipil

Investigasi The Intercept tidak hanya menemukan lima pengiriman terbaru tersebut. Data pengiriman dan dokumen sumber terbuka yang dianalisis sejumlah kelompok peneliti menunjukkan bahwa 2.761 pengiriman militer telah diangkut menggunakan 160 penerbangan penumpang sipil United Airlines dalam periode 24 Juli 2025 hingga 27 Februari 2026.

Dari sampel sebanyak 546 pengiriman, para peneliti menemukan 131 pengiriman komponen pesawat tempur F-35, 67 pengiriman komponen untuk pesawat dan helikopter militer lainnya, serta 28 pengiriman komponen tank, sistem pembidik, dan peralatan artileri. Lebih dari 100 pengiriman lainnya berisi peralatan komunikasi, radio, perangkat layar yang dipasang pada helm, serta berbagai perangkat elektronik dan teknis.

Data tersebut menunjukkan bahwa 2.070 pengiriman ditujukan kepada Elbit Systems, salah satu produsen senjata terbesar Israel. Sebanyak 78 pengiriman lainnya ditujukan kepada kantor pusat Lockheed Martin di Israel, sementara pengiriman lainnya dikirim ke Kementerian Pertahanan Israel dan sejumlah pangkalan udara militer, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan armada pesawat tempur F-35I.

Newark menjadi jalur utama pengiriman

Dalam laporan tersebut, Bandara Internasional Newark Liberty di New Jersey disebut sebagai pusat utama pengiriman. Sebanyak 2.565 dari 2.761 pengiriman tercatat berangkat langsung dari Newark menuju Tel Aviv, terutama menggunakan penerbangan United Airlines nomor 84 dan 90. Sejumlah pengiriman lainnya berasal dari Chicago dan Washington.

Sebelum mencapai Newark, sebagian muatan juga dikonsolidasikan melalui penerbangan domestik dari sejumlah bandara Amerika Serikat, termasuk Dallas-Fort Worth, Houston, Atlanta, San Francisco, Los Angeles, Washington Dulles, dan Chicago O’Hare. Data yang dianalisis menunjukkan terdapat 235 pengiriman yang masuk ke Newark melalui penerbangan domestik tersebut.

Pengiriman kembali bertepatan dengan dibukanya kembali rute Newark–Tel Aviv

Pengiriman militer tersebut kembali dilakukan hampir bersamaan dengan keputusan United Airlines untuk memulihkan penerbangan langsung Newark–Tel Aviv. Setelah menghentikan penerbangan ke Israel pada akhir Februari akibat perang Amerika Serikat–Israel dengan Iran, United Airlines pada 8 September 2026 kembali membuka rute tersebut. Penerbangan pertama setelah penghentian selama lebih dari enam bulan tiba di Bandara Ben Gurion pada 9 September.

Dengan demikian, laporan mengenai lima pengiriman militer pada penerbangan UA90 muncul tepat pada saat United Airlines kembali mengoperasikan penerbangan penumpang langsung menuju Tel Aviv. The Intercept menyebut bahwa penerbangan tersebut bukan penerbangan kargo khusus, melainkan penerbangan penumpang komersial.

United Airlines dan perusahaan pertahanan Israel belum memberikan komentar

Menurut laporan The Intercept, juru bicara United Airlines menolak memberikan komentar mengenai pengiriman tersebut. Elbit Systems, Lockheed Martin, dan Kementerian Pertahanan Israel juga tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan yang diajukan media mengenai temuan tersebut.

Investigasi tersebut juga menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi jelas mengenai pengangkutan bahan berbahaya dalam penerbangan penumpang yang diperiksa. Namun, penggunaan jaringan penerbangan sipil untuk mengangkut komponen pesawat tempur, tank, dan berbagai peralatan militer menimbulkan pertanyaan mengenai aspek hukum dan etika keterlibatan perusahaan penerbangan Amerika Serikat dalam mendukung operasi militer Israel.

Elbit Systems dan meningkatnya kebutuhan militer Israel

Temuan tersebut juga berlangsung di tengah meningkatnya permintaan militer Israel terhadap produk Elbit Systems. Dalam laporan perusahaan kepada investor, Elbit menyatakan bahwa sejak dimulainya perang dan meningkatnya konflik di Timur Tengah, permintaan dari Kementerian Pertahanan Israel terhadap produk dan sistem perusahaan mengalami peningkatan material dibandingkan tingkat sebelum perang. Perusahaan juga menyatakan bahwa peningkatan permintaan tersebut dapat menghasilkan tambahan pesanan yang signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *