Al-Quds, Purna Warta – Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa sirene peringatan telah diaktifkan di permukiman Misgav Am dan Metula di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Menurut laporan Al Mayadeen yang dikutip oleh Khabar Online, sirene peringatan juga terdengar di kawasan Etzba HaGalil (Jari Galilea) karena kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan pesawat nirawak (drone).
Berdasarkan laporan IRNA, sumber-sumber Israel mengonfirmasi bahwa sirene peringatan diaktifkan di permukiman Misgav Am dan Metula yang berada di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Sementara itu, Komando Front Dalam Negeri Israel menyatakan bahwa sirene bahaya di Misgav Am dibunyikan setelah terdeteksinya sebuah drone yang datang dari Lebanon.
Hingga saat ini belum ada rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan kerusakan maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.
Di sisi lain, analis Israel, Avi Shilon, mengkritik berlanjutnya ketegangan yang diciptakan Israel dengan Hizbullah. Ia mengatakan, “Tujuan apa yang sebenarnya ingin dicapai Israel dengan terus melanjutkan konflik dengan Hizbullah? Apakah ada yang benar-benar berpikir bahwa satu operasi pembunuhan lagi atau serangan baru dapat memaksa Hizbullah untuk menyerah?”
Serangan-serangan Hizbullah disebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan udara dan artileri besar-besaran yang menargetkan wilayah selatan Lebanon. Dalam serangan tersebut, menurut sumber yang dikutip dalam laporan, ribuan warga Lebanon telah tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Dalam konteks yang sama, Kementerian Kesehatan Lebanon pada Rabu mengumumkan data terbaru mengenai dampak serangan Israel terhadap negara itu. Menurut kementerian tersebut, sejak 2 Maret hingga saat ini, serangan Israel telah menyebabkan 3.696 orang tewas dan 11.413 orang lainnya terluka.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Israel masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Sebagian kawasan tersebut telah berada di bawah pendudukan selama beberapa dekade, sementara sebagian lainnya diduduki sejak konflik sebelumnya dan selama operasi militer terbaru di wilayah Lebanon. Pasukan Israel dilaporkan telah memasuki wilayah Lebanon hingga kedalaman sekitar 10 kilometer.
Selain itu, Israel juga masih menduduki wilayah-wilayah Palestina dan sebagian kawasan Suriah, serta menolak untuk menarik diri dari wilayah tersebut maupun mengizinkan pembentukan negara Palestina yang merdeka sesuai dengan resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.


