Al-Quds, Purna Warta – Di saat perhatian pemerintahan Donald Trump serta negara-negara Eropa dan Timur Tengah tertuju pada meningkatnya krisis dengan Iran, kabinet Israel berada di ambang persetujuan sebuah rencana yang mengalokasikan lebih dari 350 juta dolar AS untuk mewujudkan pembangunan 61 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki. Langkah ini disebut sebagai salah satu program ekspansi permukiman terbesar Israel dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut laporan yang dikutip dari jurnalis dan analis politik-keamanan Israel, Barak Ravid, yang disampaikan melalui platform X, berdasarkan rancangan keputusan kabinet yang rinciannya telah dipublikasikan, pemerintah Israel diperkirakan akan menyetujui rencana tersebut dalam rapat kabinet pada hari Kamis.
Seorang sumber yang mengetahui detail program itu menyatakan bahwa pemerintah Israel berencana mengalokasikan lebih dari 350 juta dolar AS dalam beberapa tahun ke depan untuk mengubah 61 permukiman yang baru memperoleh persetujuan administratif dari status dokumen dan keputusan resmi menjadi realitas di lapangan.
Program tersebut mencakup pendanaan untuk kompleks perumahan sementara, bangunan publik, infrastruktur perkotaan, dan berbagai layanan umum, bahkan sebelum seluruh proses perencanaan dan perizinan resmi selesai. Karena itu, rencana ini dinilai sebagai salah satu proyek ekspansi permukiman paling penting dan paling luas dalam beberapa dekade terakhir.
Pelaksanaan program ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Israel yang berhaluan kanan garis keras, Bezalel Smotrich. Waktu pengajuan rencana tersebut juga dianggap sangat penting karena pemerintah Israel berupaya mendapatkan persetujuan anggaran sebelum kemungkinan dilakukannya pemungutan suara untuk membubarkan Knesset dan menggelar pemilu lebih awal. Jika itu terjadi, persetujuan anggaran dalam jumlah besar diperkirakan akan menjadi lebih sulit.
Banyak permukiman yang termasuk dalam program ini berada di kawasan strategis dan sensitif di Tepi Barat, termasuk di sepanjang Jalan Raya 90 di Lembah Yordan, kawasan Perbukitan Hebron Selatan, serta wilayah-wilayah yang dirancang untuk menciptakan kesinambungan geografis antara permukiman-permukiman yang sudah ada.
Para analis menilai bahwa langkah tersebut dapat semakin melemahkan prospek pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Berdasarkan rencana ini, pemerintah Israel tidak hanya memberikan legitimasi hukum kepada permukiman baru, tetapi juga akan mendanai pembangunan perumahan, infrastruktur, dan layanan publik bagi puluhan permukiman tersebut. Langkah ini berpotensi mengubah secara signifikan peta dan kondisi nyata di Tepi Barat dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam bagian lain program tersebut, pemerintah juga akan membiayai pembangunan permukiman sementara yang terdiri atas rumah-rumah prefabrikasi dan unit bergerak, fasilitas umum, infrastruktur sosial, serta layanan pendukung yang dibutuhkan oleh para penghuni.
Signifikansi rencana ini tidak hanya terletak pada jumlah permukiman yang akan dibangun, tetapi juga pada keputusan pemerintah untuk memulai pelaksanaan proyek sebelum seluruh tahapan hukum dan perencanaan selesai. Kebijakan ini diperkirakan akan mempercepat proses perluasan permukiman secara signifikan.
Usulan tersebut merupakan kelanjutan dari keputusan pemerintah Israel yang disahkan pada pekan lalu, yang mengalokasikan sekitar 35 juta dolar AS untuk studi teknis, perencanaan, serta urusan administratif dan regulasi yang berkaitan dengan permukiman-permukiman tersebut. Namun, rencana baru ini melangkah lebih jauh dengan memasuki tahap implementasi langsung.
Dalam praktiknya, program tersebut memungkinkan pemerintah Israel membangun permukiman sementara di lokasi yang telah ditentukan meskipun proses hukum dan perencanaan masih berlangsung. Menurut para pengamat, langkah ini akan menciptakan “fakta-fakta baru di lapangan” yang pada masa depan dapat berujung pada pembentukan dan penguatan permukiman permanen.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh pemerintah Israel untuk memperkuat kontrolnya atas Area C di Tepi Barat dan mempercepat perluasan permukiman di wilayah tersebut.
Rencana tersebut juga melanjutkan serangkaian keputusan kabinet Israel selama satu tahun terakhir yang memberikan izin pembangunan puluhan permukiman baru, yang dianggap sebagai gelombang persetujuan pembangunan permukiman terbesar dalam beberapa tahun terakhir.



