Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan media Palestina, dalam kurun waktu hanya beberapa jam, lebih dari 10 serangan udara berturut-turut menghantam kawasan timur Khan Younis, disertai suara ledakan keras yang terdengar di seluruh kota. Video yang beredar memperlihatkan momen jatuhnya rudal ke daerah permukiman di bagian timur kota tersebut.
Secara bersamaan, tank-tank dan kendaraan lapis baja Israel juga melepaskan tembakan artileri berat ke arah permukiman warga di bagian timur Jalur Gaza.
Pasukan pendudukan Israel meledakkan sejumlah rumah warga sipil di timur Kota Gaza. Dalam waktu kurang dari satu jam, tentara Israel kembali menghancurkan rumah-rumah penduduk di kawasan yang sama.
Laporan lapangan juga menyebutkan penembakan artileri terus-menerus di timur laut Khan Younis, khususnya di kawasan Ma’n, Sheikh Nasser, dan Joura al-Lout di selatan kota tersebut.
Militer pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza, dan dalam serangan sepanjang Rabu saja, sedikitnya 109 warga Palestina, termasuk 52 anak-anak dan 23 perempuan, syahid (tewas).
Sejak Selasa (6 Aban 1404 / 28 Oktober 2025), tentara Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran dan brutal ke berbagai wilayah Gaza, dengan alasan tewasnya seorang tentara Israel di Rafah.
Dalam serangan itu, rumah-rumah penduduk dan tenda-tenda pengungsi Palestina dibombardir dengan hebat.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan serangan “kuat dan segera” ke Jalur Gaza.
Kantor Perdana Menteri Israel pada Selasa malam (6 Aban 1404 / 28 Oktober 2025) mengumumkan bahwa Netanyahu mengeluarkan perintah serangan kuat ke Gaza setelah laporan kematian seorang tentara Israel di Rafah.
Dimulainya kembali agresi Israel di Gaza ini berlangsung sementara gerakan Hamas menegaskan tidak ada kaitannya dengan insiden baku tembak di Rafah, serta menyatakan tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata.


