Serangan Rezim Israel Terhadap Wisma Tamu PBB

Gaza 54

Gaza, Purna Warta – Pasukan Zionis, yang menyatakan telah melancarkan operasi darat terbatas di tengah Gaza, mengklaim tujuannya adalah memperluas zona pertahanan dan membangun garis pemisah antara utara dan selatan Jalur Gaza. Namun dalam praktik pasukan Israel bahkan sampai menyerang wisma tamu PBB.

Baca juga: Protes Genosida Gaza di Washington Digelar di Depan Gedung Putih

Peningkatan Jumlah Syuhada di Gaza
Dalam kejahatan terbaru Zionis di Jalur Gaza, pesawat tempur rezim tersebut membombardir permukiman penduduk di timur Khan Younis, mengakibatkan syahidnya 10 warga Palestina dan melukai banyak lainnya. Media Palestina juga melaporkan bahwa pada Rabu, jet tempur rezim pendudukan menargetkan acara berkabung di wilayah “Al-Salatin” Beit Lahia, menyebabkan syahidnya lebih dari 16 orang dan melukai beberapa lainnya.
Sebelumnya, empat warga Palestina, termasuk seorang anak, syahid dalam serangan udara Israel terhadap tenda pengungsi Palestina di barat laut Khan Younis. Organisasi Pertahanan Sipil Jalur Gaza juga mengumumkan bahwa 70 warga Palestina syahid dalam serangan pasukan pendudukan Zionis pada Rabu, meningkatkan total jumlah syuhada Palestina akibat serangan udara baru menjadi 470 orang.

Situasi Gaza Katastropik, Bantuan Menipis
Sementara itu, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Gaza mengumumkan pada Rabu bahwa tidak ada bantuan yang masuk ke wilayah tersebut selama lebih dari dua minggu. Pejabat PBB ini memperingatkan bahwa dengan penutupan pintu perbatasan yang terus berlanjut, cadangan bantuan kemanusiaan semakin menipis, dan warga Gaza mengalami kondisi “mengerikan”.

PBB Tekankan Gencatan Senjata di Gaza dan Pembebasan Sandera
Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyatakan pada Rabu bahwa Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, setelah serangan terhadap dua wisma tamu PBB di Palestina yang diduduki oleh Israel, sekali lagi menekankan perlunya gencatan senjata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Gaza, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan memastikan pembebasan tanpa syarat para tahanan. Menurut PBB, 280 stafnya telah tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Baca juga: Gaza di Ambang Krisis Kemanusiaan Akibat Penutupan Perlintasan

Hamas Serukan Sikap Global yang Jelas atas Pemboman Kantor PBB di Gaza
Dalam hal ini, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan lembaga-lembaga afiliasinya untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas terhadap kejahatan rezim Zionis yang menargetkan pekerja lembaga PBB di Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, gerakan tersebut menggambarkan penargetan terhadap karyawan organisasi internasional sebagai bagian dari bahaya eskalasi perang genosida yang dilancarkan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina di tengah keheningan mematikan komunitas internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *