Gaza di Ambang Krisis Kemanusiaan Akibat Penutupan Perlintasan

Gaza 4

Gaza, Purna Warta – Mazen Balbisi, dari pusat Jalur Gaza, penutupan perlintasan perdagangan dan penghalangan bantuan kemanusiaan serta pasokan bahan bakar oleh Israel menyebabkan pasar-pasar Gaza mulai kehabisan stok makanan. Ancaman kelaparan kembali mengintai wilayah ini.

Samir Al-Hafni, seorang pedagang kaki lima Palestina, mengungkapkan kemarahannya karena tidak bisa mendapatkan buah dan sayuran untuk dijual. Ia meyakini bahwa Gaza kini memasuki babak baru dari krisis kelaparan.

Baca juga: Situasi Terkini Demonstrasi di Turki; Protes Mulai Menyebar ke Berbagai Wilayah Negara

Dampak penutupan perlintasan juga menyebabkan enam toko roti kehabisan tepung dan bahan bakar, sehingga mereka terpaksa menghentikan operasionalnya. Gaza kini berada di ambang krisis roti.

Seorang pemilik toko roti di Gaza mengatakan bahwa kelangkaan bahan bakar akibat penutupan perlintasan bahkan menyebabkan harga kayu bakar melonjak, yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan harga roti.

Sementara itu, Adli Shahada, warga Palestina yang sebelumnya mengalami kelaparan dan terusir dari utara Gaza hingga harus mencari perlindungan di wilayah tengah, mengungkapkan keprihatinannya. “Jika toko roti tutup karena kekurangan tepung, kita akan menghadapi kelaparan yang lebih parah dari sebelumnya. Kami telah merasakan kelaparan di utara Gaza, dan kini kami kembali merasakannya dengan lebih menyakitkan,” ujarnya.

Kekurangan bahan bakar juga berdampak serius pada infrastruktur penting, termasuk stasiun pompa air dan pengolahan limbah, yang kini terancam berhenti beroperasi. Situasi ini berpotensi menciptakan bencana lingkungan yang akan semakin memperburuk kondisi hidup penduduk Gaza.

Juru bicara Pemerintah Kota Gaza, Husni Al-Mahna, menyoroti memburuknya krisis layanan publik di wilayah ini. “Kelangkaan bahan bakar memperparah krisis kemanusiaan di Gaza, menghambat berbagai sektor layanan, termasuk operasional kota dan fasilitas publik. Kami sangat bergantung pada bahan bakar untuk mengoperasikan peralatan kota, termasuk sumur air dan sistem pengelolaan limbah,” jelasnya.

Baca juga: Pemimpin Revolusi: Ancaman Terhadap Iran Tidak Akan Berguna

Rumah sakit juga berada di ambang kehancuran akibat terhentinya pasokan peralatan medis dan bahan bakar. Dalam beberapa hari ke depan, layanan medis bagi pasien dan korban luka mungkin akan sepenuhnya terhenti.

Saat ini, Gaza kembali terjerumus dalam lingkaran bencana kemanusiaan, kesehatan, dan lingkungan akibat agresi militer dan pengepungan Israel. Kebijakan ini dinilai sebagai strategi Israel untuk memaksa penduduk Gaza menyerah melalui kelaparan dan pengusiran paksa, demi memaksakan kepentingan Tel Aviv dalam negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *