Juru bicara Kemenlu Iran mengatakan, “Pandangan delegasi Iran adalah bahwa kami harus memegang kerah pihak lawan untuk melaksanakan komitmen-komitmen.”
Tahap Selanjutnya: Tim Teknis dan Dokumen Kesepakatan
Ia menambahkan, “Pada tahap ini, tugas delegasi negosiasi telah selesai, tetapi tim-tim teknis akan melanjutkan pekerjaan mereka pada hari Senin (22/6). Selain itu, kedua mediator, yaitu Qatar dan Pakistan, akan mengeluarkan sebuah teks, dan teks ini akan diperkenalkan sebagai dokumen kesepakatan yang telah dicapai selama 18 jam negosiasi.”
Pernyataan Baghaei ini menyingkap dinamika negosiasi yang sangat intens dan sangat Iran. Frasa “pegang kerah pihak lawan” adalah idiom yang sangat kuat dalam bahasa Persia, yang tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa diplomatik Barat. Ia bukan ancaman kekerasan, tapi pernyataan ketegasan, “Kami tidak akan membiarkan kalian melarikan diri dari janji kalian.” Yang paling menarik adalah momen krisis ketika Iran keluar dari pertemuan empat pihak setelah pernyataan mengancam AS, ini adalah taktik diplomasi yang sangat kalkulatif. Iran tidak meninggalkan meja negosiasi sepenuhnya; ia hanya menolak format tertentu, dan membiarkan Qatar-Pakistan menjembatani. Hasilnya? Mekanisme baru untuk Lebanon, kemajuan dalam isu minyak dan aset, dan dokumen kesepakatan yang akan diterbitkan. Ini adalah diplomasi yang bekerja, bukan dengan berteriak, tapi dengan tahu kapan harus berdiri dan pergi.


