Gaza, Purna Warta – Warga Palestina di Jalur Gaza tampak berada di luar apartemen keluarga Safadi di Gaza City pada 20 Juni 2026, setelah serangan Israel pada malam hari menewaskan sejumlah orang di wilayah yang terkepung tersebut.
Pasukan Israel kembali melancarkan serangan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade. Kali ini, sebuah rumah di Gaza City menjadi sasaran, mengakibatkan seorang ayah dan dua putrinya yang masih anak-anak tewas saat sedang tidur.
Menurut laporan media Palestina, sang ibu mengalami luka-luka dalam serangan tersebut dan kemudian meninggal dunia pada Sabtu.
Sumber-sumber medis mengatakan kepada kantor berita WAFA bahwa serangan mematikan yang terjadi pada dini hari Sabtu itu menargetkan sebuah bangunan di Jalan al-Thalatini, Gaza City.
Pejabat Gaza menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan terbaru Israel yang menghantam kawasan permukiman di wilayah terkepung tersebut telah mencapai sedikitnya lima orang.
WAFA juga melaporkan bahwa pada hari yang sama terdengar suara tembakan hebat dari kapal-kapal perang Israel yang berada di lepas pantai selatan Gaza.
Pada Jumat malam, lima orang lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi di kawasan Al-Mawasi, dekat Khan Younis.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Oktober tahun lalu di Gaza, rezim Tel Aviv berulang kali dituduh melanggar perjanjian tersebut. Menurut laporan ini, sedikitnya 1.007 orang telah tewas di Gaza selama periode tersebut.
Otoritas kesehatan Gaza juga melaporkan bahwa 3.165 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka dalam kurun waktu yang sama.
Sementara itu, UNICEF mengecam apa yang disebut sebagai gencatan senjata di Jalur Gaza yang terkepung dan menggambarkannya sebagai “ilusi mematikan” bagi anak-anak dan kaum muda Palestina.
Pasukan Israel juga terus menghalangi masuknya bahan makanan, obat-obatan, serta material konstruksi yang dibutuhkan untuk membangun tempat penampungan di wilayah Palestina yang dilanda perang dan krisis tersebut, yang dihuni lebih dari 2,2 juta penduduk.
Pada saat yang sama, pasukan Israel masih mempertahankan kehadiran militernya di sebagian wilayah Gaza. Saat ini, wilayah yang luas di Jalur Gaza masih berada di bawah pendudukan pasukan Israel yang didukung Amerika Serikat.
Menurut laporan tersebut, sejak Israel melancarkan perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 73.018 orang telah tewas di wilayah Palestina tersebut.


