Al-Quds, Purna Warta – Mengutip media-media Palestina, Hasan Issa al-Qasha’lah, seorang tahanan Palestina asal Kota Rahat di wilayah Negev, yang telah ditahan selama lebih dari 13 bulan dan dijadwalkan bebas enam bulan mendatang, gugur pada Kamis malam di Penjara Be’er Sheva yang berada di bawah kendali militer rezim Israel.
Al-Qasha’lah gugur di dalam penjara rezim Zionis Israel di tengah laporan yang menunjukkan meningkatnya jumlah tahanan Palestina yang gugur di penjara-penjara Israel, khususnya sejak dimulainya perang genosida terhadap rakyat Gaza.
Menurut lembaga-lembaga hukum, ribuan tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara rezim Zionis Israel dalam kondisi yang tidak memenuhi standar minimum kehidupan, serta setiap hari menghadapi penyiksaan, kelaparan, berbagai bentuk kekerasan, pembatasan ekstrem, bahkan paparan penyakit menular yang disengaja.
Data menunjukkan bahwa jumlah tahanan Palestina yang gugur sejak dimulainya perang di Gaza telah melampaui angka 100 orang. Dari jumlah tersebut, identitas 86 orang telah diumumkan, sementara 32 orang di antaranya gugur dalam satu tahun terakhir.
Selain itu, puluhan tahanan Palestina—khususnya dari Gaza—hingga kini masih berada dalam kondisi tidak diketahui, sementara rezim Israel menahan jenazah 94 tahanan Palestina.
Lembaga-lembaga yang menangani urusan tahanan serta organisasi-organisasi hak asasi manusia Palestina menegaskan bahwa tingkat kekerasan dan eksekusi terencana ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Mereka menyebutkan bahwa jumlah tahanan Palestina yang gugur dalam dua tahun terakhir setara dengan total jumlah tahanan yang gugur selama 24 tahun, yakni antara 1967 hingga 1991, di penjara dan kamp-kamp tahanan rezim Zionis Israel.


