Rezim Zionis Membangun 40 Pangkalan Militer Baru di Gaza

Gaza Jadid

Gaza, Purna Warta – Tentara Israel telah membangun 40 pangkalan militer baru di wilayah Gaza yang didudukinya dan mengelilinginya dengan sistem pertahanan serta parit-parit pengaman.

Menurut laporan yang dikutip Kantor Berita Arabi21, analis militer Israel Ran Ben-Yishai memperingatkan adanya situasi yang sangat serius di Jalur Gaza akibat perang yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa militer Israel terus memperkuat kehadiran militernya di Gaza dan menjalankan langkah-langkah yang berbeda dari operasi yang pernah dilakukannya di Terusan Suez, Mesir, maupun di Lebanon selatan.

Ben-Yishai, yang baru-baru ini mengunjungi Gaza dengan dukungan militer Israel, mengatakan bahwa di bawah Gaza terdapat “bom waktu yang nyata” dan ancaman jangka panjang yang melibatkan sekitar 2,2 juta warga Palestina yang hidup dalam kondisi yang menurutnya tidak manusiawi.

Ia menambahkan bahwa saat ini sekitar 400.000 warga Palestina tinggal secara terkonsentrasi di tenda-tenda dan ruangan darurat yang terbuat dari plastik serta lembaran logam, sebagian besar berada di dalam bangunan yang setengah hancur.

Ben-Yishai mengaku terkejut dengan skala pembangunan dan perlengkapan militer Israel di wilayah yang berada di bawah kendalinya di Gaza. Menurutnya, kawasan tersebut mencakup sekitar 64 persen wilayah Jalur Gaza dan saat ini tidak berpenghuni.

Ia mengungkapkan bahwa militer Israel telah membangun 40 pangkalan baru di dalam Gaza. Seluruh pangkalan itu dirancang untuk menampung berbagai satuan tempur gabungan yang terdiri dari pasukan lapis baja, infanteri, dan zeni militer. Sebagian besar pangkalan, khususnya di Gaza utara, telah selesai dibangun, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap konstruksi. Biaya pembangunan setiap pangkalan disebut melebihi satu juta dolar AS.

Analis tersebut menambahkan bahwa salah satu pangkalan yang dikunjunginya dibangun di atas reruntuhan bangunan di desa Bani Suhaila, sebelah timur Khan Younis di selatan Gaza.

Ia menjelaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut tidak dibangun tepat di atas apa yang disebut “Garis Kuning”, melainkan beberapa ratus meter di dalam wilayah yang dikuasai militer Israel. Tujuannya adalah untuk mencegah upaya infiltrasi langsung maupun melalui terowongan serta mengurangi risiko serangan langsung dari jarak dekat terhadap pangkalan.

Ben-Yishai juga menyebut bahwa instruksi yang diberikan kepada tentara Israel adalah bahwa setiap warga Palestina yang melintasi jalur tersebut harus dihentikan atau dibunuh.

Ia menjelaskan bahwa militer Israel sedang membangun zona peringatan dan perlindungan selebar ratusan meter antara pangkalan-pangkalan tersebut dan Garis Kuning. Saat ini juga sedang digali parit di sepanjang kawasan itu untuk mencegah serangan cepat menggunakan sepeda motor, truk kecil, atau kendaraan lainnya menuju area yang dikuasai tentara Israel.

Menurutnya, tentara Israel terus melakukan operasi penggalian dan pencarian untuk menemukan terowongan bawah tanah guna mencegah serangan mendadak terhadap pasukan yang ditempatkan di pangkalan maupun yang sedang bergerak di kawasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa ranjau darat dan bom rakitan yang ditanam di sepanjang jalur pergerakan merupakan salah satu sumber kekhawatiran utama bagi militer Israel. Karena itu, sebagian besar jalan menuju pangkalan militer serta jalur penghubung antar-pangkalan telah diaspal guna mengurangi risiko tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *