Ramallah, Purna Warta – Pasukan Israel menembak dan membunuh seorang remaja Palestina di kota Sinjil, Tepi Barat, pada hari Senin, saat kekerasan Israel terus meningkat di wilayah yang diduduki. Kantor berita Palestina WAFA, mengutip Pemerintah Kota Sinjil, melaporkan bahwa Fuad Yusef Abdulkarim Fuqaha yang berusia 15 tahun terluka parah oleh tembakan Israel selama bentrokan di bagian utara kota tersebut.
Baca juga: Sirene Berbunyi di Wilayah Pendudukan Israel saat Yaman Luncurkan Serangan Rudal Baru
Pemerintah kota mengatakan Fuqaha kemudian meninggal karena luka-lukanya, dan jasadnya masih dalam tahanan Israel.Insiden itu terjadi saat pasukan Israel menyerbu sebuah lingkungan di Sinjil, yang terletak di timur laut Ramallah. Dalam insiden terpisah di Beit Furik, tenggara Nablus, remaja Palestina lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) menyatakan bahwa petugas medisnya merawat seorang remaja berusia 17 tahun dengan luka tembak yang diderita selama konfrontasi di daerah tersebut. Kekerasan itu terjadi di tengah meningkatnya laporan pembongkaran di Al-Quds Timur.
Kelompok hak asasi manusia Israel Ir Amim mengatakan pada hari Senin bahwa otoritas Israel menghancurkan 33 bangunan Palestina di Al-Quds Timur yang diduduki bulan lalu, menandai total bulanan tertinggi tahun ini. Menurut kelompok itu, bangunan yang dihancurkan termasuk 16 unit hunian dan 17 bangunan nonhunian.
Ir Amim mengatakan pembongkaran tersebut membuat total bangunan di kota itu pada tahun 2024 menjadi 93 bangunan, yang terdiri dari 53 bangunan hunian dan 40 bangunan nonhunian.
Angka yang dirilis oleh kelompok itu menunjukkan bahwa 23 pembongkaran terjadi pada bulan Januari, diikuti oleh 15 bangunan pada bulan Februari, 14 bangunan pada bulan Maret, dan delapan bangunan pada bulan April.
Baca juga: Hamas Kutuk Penyerbuan Pemukim Israel ke Masjid al-Aqsa
Pihak berwenang Israel sering kali mengutip kurangnya izin bangunan sebagai pembenaran, meskipun izin tersebut jarang diberikan kepada warga Palestina di Al-Quds Timur.
Ketegangan di Tepi Barat meningkat sejak 7 Oktober 2023, ketika Israel melancarkan kampanye militernya di Gaza. Sejak itu, ratusan warga Palestina telah terbunuh dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan atau pemukim Israel di seluruh Tepi Barat. Lebih dari 700.000 pemukim Israel kini tinggal di lebih dari 230 pemukiman yang didirikan di Tepi Barat dan Al-Quds Timur sejak pendudukan Israel tahun 1967.
Masyarakat internasional menganggap pemukiman ini ilegal menurut hukum internasional dan Konvensi Jenewa.


