Peringatan Militer Israel Terkait Kekurangan Personel yang Parah dan Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Kurang Tentara

Al-Quds, Purna Warta – Media Israel menyingkap adanya krisis yang dalam dan struktural dalam tubuh militer negara tersebut, serta melaporkan bahwa para komandan militer Israel telah memperingatkan dampak serius dari kekurangan personel yang sangat besar.

Menurut laporan jaringan Al-Mayadeen, media Israel menyebut bahwa militer negara tersebut tengah menghadapi “kekurangan besar dan belum pernah terjadi sebelumnya” dalam barisan pasukannya.

Berdasarkan laporan media Israel, pejabat militer senior menegaskan bahwa langkah seperti perpanjangan masa wajib militer tidak dapat menutupi krisis mendalam terkait kekurangan tenaga personel tersebut.

Pengakuan terbuka ini muncul bersamaan dengan kondisi bahwa militer Israel, akibat perang berkepanjangan di Gaza serta kerugian harian yang berat akibat operasi Hizbullah di Lebanon selatan—termasuk dilaporkannya 10 tentara terluka hanya pada hari sebelumnya—mengalami kelelahan besar dalam pasukan dan meningkatnya kasus penolakan serta pelarian tentara dari dinas militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, militer Israel memang menghadapi tekanan personel yang meningkat, terutama setelah eskalasi konflik di Gaza sejak 2023. Sejumlah laporan dari berbagai media internasional dan lembaga riset pertahanan menyebutkan bahwa durasi perang yang panjang meningkatkan kebutuhan mobilisasi cadangan secara besar-besaran, yang pada gilirannya memicu kelelahan di kalangan prajurit aktif maupun cadangan.

Fenomena penolakan dinas militer (refusal movement) juga beberapa kali dilaporkan di Israel dalam periode konflik berkepanjangan, terutama terkait protes internal terhadap kebijakan pemerintah dan beban operasi militer yang terus meningkat. Meski demikian, otoritas Israel secara resmi biasanya menyebut angka tersebut tidak mewakili keseluruhan kekuatan militer dan menegaskan bahwa IDF masih mempertahankan kapasitas operasional yang kuat.

Di sisi lain, eskalasi di perbatasan utara Israel–Lebanon telah meningkatkan ketegangan dengan Hizbullah. Sejak meningkatnya saling serang lintas perbatasan, kedua pihak secara rutin melaporkan korban dan kerusakan, sementara situasi ini menambah tekanan pada kesiapan militer Israel di dua front sekaligus (Gaza di selatan dan Lebanon di utara), yang oleh banyak analis militer dianggap sebagai faktor utama meningkatnya beban sumber daya manusia dalam tubuh IDF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *