Komandan Brigade Lapis Baja ke-401 Israel Terluka Parah Dalam Operasi Drone Hizbullah

40 Israel

Al-Quds, Purna Warta – Komandan Brigade Lapis Baja ke-401 militer Israel mengalami luka serius dalam operasi drone yang dilakukan pejuang perlawanan Hizbullah terhadap posisi pasukan pendudukan di Lebanon selatan.

Menurut situs berita berbahasa Ibrani Walla News, Kolonel Meir Biderman, 41 tahun, mengalami luka berat dalam serangan pada hari Rabu dan telah dipindahkan ke rumah sakit.

Beberapa tentara Israel lainnya juga terluka dalam serangan tersebut.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa drone First-Person View (FPV) milik Hizbullah meledak di dalam sebuah bangunan tempat pasukan Israel berlindung.

Drone FPV merupakan drone kecil berbiaya rendah yang membawa bahan peledak dan dikendalikan operator menggunakan kacamata khusus. Fitur paling pentingnya adalah kabel serat optik fisik sepanjang 10 hingga 30 kilometer yang menghubungkan drone dengan pengendalinya. Karena kabel tersebut mengirimkan video dan perintah tanpa sinyal nirkabel, drone ini secara efektif tahan terhadap gangguan sistem perang elektronik, sehingga memungkinkan Hizbullah menembus teknologi pertahanan canggih militer Israel.

Pada hari Selasa, seorang perwira Israel tewas dan beberapa tentara lainnya terluka ketika Hizbullah melancarkan serangkaian operasi yang menargetkan posisi dan peralatan militer rezim Tel Aviv di wilayah Lebanon.

Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa salah satu perwiranya tewas di Lebanon selatan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, surat kabar berbahasa Ibrani Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa perwira tersebut tewas dalam baku tembak dengan seorang pejuang Hizbullah di desa Qawzah, yang terletak di utara kota Aita al-Shaab di Lebanon selatan.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa beberapa tentara Israel juga terluka dalam bentrokan itu, namun tidak menyebutkan jumlahnya.

Di sisi lain, tujuh orang gugur dan dua lainnya terluka dalam serangan baru Israel terhadap Lebanon selatan pada hari Rabu.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pesawat tempur Israel membombardir lingkungan al-Baraka di kota Doueir, menewaskan lima orang dan melukai dua lainnya.

Laporan tersebut menambahkan bahwa beberapa rumah rata dengan tanah akibat serangan itu.

Serangan udara Israel lainnya juga menewaskan dua orang di dekat sebuah rumah sakit di kota Tebrine, menurut sumber lokal.

Gelombang baru serangan udara Israel ini terjadi hanya beberapa jam setelah sedikitnya 16 orang gugur dalam serangan rezim tersebut di berbagai wilayah Lebanon selatan pada hari Selasa.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa tiga perempuan dan tiga anak-anak termasuk di antara para korban.

Militer Israel terus melancarkan serangan di seluruh Lebanon meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan diumumkan pada 17 April, yang kemudian diperpanjang hingga awal Juli.

Sejak 2 Maret, Israel telah melancarkan ofensif besar-besaran terhadap Lebanon yang menewaskan sedikitnya 3.040 orang dan melukai lebih dari 9.300 lainnya.

Serangan Israel juga menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, yang menurut pejabat Lebanon setara dengan sekitar seperlima populasi negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *