Penarikan Diam-diam Pasukan Pendudukan Israel dari Sejumlah Wilayah Lebanon Selatan

Israel xx

Al-Quds, Purna Warta – Militer rezim Israel dalam pernyataannya kepada jaringan CNN mengumumkan bahwa mereka berencana mengurangi kehadiran militernya di Lebanon secara sementara. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari proses reorganisasi pasukan Zionis guna mendukung operasi-operasi jangka panjang.

Militer rezim pendudukan menyatakan bahwa keputusan tersebut mencakup penarikan beberapa brigade dari front utara dan selatan, yang merujuk pada Lebanon dan Jalur Gaza. Brigade-brigade tersebut akan menjalani program pelatihan untuk meningkatkan kesiapan tempur dan memperkuat efektivitas operasional. (Satu brigade militer umumnya terdiri atas sekitar 2.000 hingga 5.000 personel.)

Menurut laporan ISNA, militer pendudukan menegaskan bahwa langkah ini tidak berarti mengosongkan posisi-posisi lapangan di wilayah tempat pasukan saat ini ditempatkan.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap personel militer Zionis setelah bertahun-tahun terlibat dalam perang beruntun serta menghadapi kekurangan personel yang serius. Dalam konteks tersebut, Kepala Staf Umum militer Zionis, Eyal Zamir, menegaskan bahwa institusi militer membutuhkan seluruh prajurit dan komandan tanpa pengecualian.

Di sisi lain, Menteri Perang rezim Zionis, Yisrael Katz, menyatakan bahwa rezim tersebut tidak akan menarik diri dari Lebanon, bahkan jika menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Israel tengah mempertimbangkan pelaksanaan penarikan pasukan yang bersifat “simbolis” dari beberapa wilayah di Lebanon selatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses perundingan yang sedang berlangsung dengan pemerintah Lebanon dan telah berlanjut selama beberapa hari di Washington.

Militer pendudukan juga menyatakan bahwa pola penempatan pasukan yang baru akan didasarkan pada rotasi brigade di antara berbagai komando militer serta penyesuaian jumlah personel sesuai dengan kebutuhan situasi di lapangan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi mengumumkan perpanjangan perundingan antara Lebanon dan Israel di Washington hingga hari keempat, yaitu Jumat, 26 Juni. Padahal sebelumnya putaran kelima perundingan diperkirakan akan berakhir pada Kamis.

Sumber-sumber yang mengetahui jalannya perundingan melaporkan bahwa pembicaraan tersebut mengalami kebuntuan akibat adanya perbedaan mendasar mengenai rumusan pernyataan penutup serta bentuk hasil akhir perundingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *