Tepi Barat, Purna Warta – Pemukim Israel dan pasukan rezim telah menyerang warga Palestina dan rumah mereka dalam serangan baru di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Kantor berita WAFA melaporkan pada hari Minggu bahwa sekelompok pemukim, yang didukung oleh pasukan Israel, menyerang warga Palestina di Wadi Hilweh, sebuah daerah di lingkungan Silwan, al-Quds Timur.
Baca juga: Anak-anak Gaza Hadapi Krisis Kesehatan yang Mengerikan
Mengutip aktivis lokal Aref Jaber, WAFA juga melaporkan serangan pemukim di distrik Jaber, as-Salaymeh, dan Wadi Nasara di Kota Tua al-Khalil.
Aktivis tersebut mengatakan seorang pria Palestina berusia 64 tahun, Abdul Aziz al-Shantir, mengalami cedera kepala setelah pemukim Israel menyerbu tokonya di Kota Tua al-Khalil.
Di Wadi al-Hussein, sebelah timur al-Khalil, para pemukim melemparkan batu dan botol kosong ke rumah-rumah warga Palestina.
Sementara itu, pasukan pendudukan menyerbu desa Nabi Saleh di barat laut kota Ramallah, dengan menembakkan peluru tajam ke sebuah kendaraan yang diparkir.
Militer Israel melancarkan serangan terhadap Tepi Barat yang diduduki pada 21 Januari, dengan klaim bahwa serangan itu menargetkan para pejuang perlawanan Batalyon Jenin.
Baca juga: UNICEF: 1 Juta Anak Gaza Hadapi Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Blokade Israel
Israel telah meningkatkan kekerasan di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023, ketika melancarkan perang genosida di Jalur Gaza.
Sejak saat itu, sedikitnya 935 warga Palestina telah tewas dan hampir 7.000 lainnya terluka dalam serangan oleh tentara dan pemukim Israel di seluruh Tepi Barat.
Serangan tersebut sejauh ini telah menggusur sedikitnya 40.000 orang, pengungsian terbesar sejak perang 1967 yang menyebabkan pendudukan Israel di wilayah tersebut, menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).


