Gaza, Purna Warta – Dua warga Palestina kembali ditembak mati oleh pasukan Israel di Gaza pada Senin, menandai korban terbaru di tengah pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata.
Baca juga: Kelompok HAM: Perempuan Palestina Dipukuli dan Dihina di Pusat Penahanan Israel
Media Palestina melaporkan pada Senin bahwa kedua korban ditembak mati setelah pasukan Israel melepaskan tembakan di lingkungan Shuja’iyya, Gaza City bagian timur.
Dengan kejadian ini, jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza dalam 24 jam terakhir meningkat menjadi sedikitnya 12 orang, termasuk delapan jenazah yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan di berbagai wilayah Gaza.
Perkembangan ini terjadi di tengah terus berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dengan Hamas, yang mulai berlaku pada 10 Oktober.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan pada Senin bahwa Israel telah melakukan 875 pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan tersebut diberlakukan.
Dalam pernyataannya, kantor tersebut mengecam “pelanggaran serius dan sistematis”, termasuk serangan udara dan artileri yang terus berlanjut, penghancuran rumah serta infrastruktur sipil, dan sedikitnya 265 insiden penembakan oleh pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina.
Sementara itu, kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut tetap memprihatinkan. Pemerintah Gaza mengecam Israel karena menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, sehingga memperparah krisis yang dihadapi para pengungsi.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 1,9 juta orang—hampir 90 persen dari total penduduk Gaza—telah mengungsi sejak konflik dimulai pada Oktober 2023.
Israel belum memberikan komentar resmi terkait laporan terbaru mengenai pembunuhan tersebut maupun pelanggaran gencatan senjata.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza pada Senin, sebanyak 411 warga Palestina telah tewas dan 1.112 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober. Kementerian juga mencatat bahwa 649 jenazah telah berhasil dievakuasi selama periode yang sama.
Secara keseluruhan, jumlah korban tewas di Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 70.937 orang, dengan sedikitnya 171.192 orang mengalami luka-luka.


