Pasukan Israel Serang Wilayah Nabatieh dan Selatan Lebanon

Nabatieh

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan rezim Israel menyerang sejumlah kota di wilayah Nabatieh dan Selatan, Lebanon bagian selatan, menurut laporan media lokal pada Senin pagi.

Sebuah serangan udara Israel menargetkan pinggiran kota Al-Qantara, Distrik Marjayoun, di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan, demikian laporan tersebut.

Artileri Israel juga menembaki kota Al-Mansouri di Distrik Tyre, Provinsi Selatan Lebanon.

Di kota Kafra, Distrik Bint Jbeil, Provinsi Nabatieh, sebuah pesawat nirawak bermuatan bahan peledak menghantam sebuah rumah, merusak sebagian bangunan dan melukai dua warga sipil.

Kota tersebut juga dilaporkan sebelumnya menjadi sasaran serangan pesawat nirawak jenis quadcopter.

Serangan dan aktivitas militer lainnya juga dilaporkan terjadi di sekitar punggung bukit Ali al-Taher, dekat Dawhat Kfar Rumman, di Deir Siryan, serta di Al-Qantara sepanjang Wadi al-Hujair, tempat sebuah tank Israel dilaporkan memasuki kawasan tersebut.

Sejumlah warga meyakini serangan berulang tersebut bertujuan menekan masyarakat agar meninggalkan wilayah mereka sekaligus menghukum kawasan yang dianggap mendukung kelompok perlawanan.

Tentara Israel juga menyerang kota Hadatha di Distrik Bint Jbeil pada Minggu, meskipun gencatan senjata masih berlangsung.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), tentara Israel melepaskan tembakan senjata otomatis ke sebuah kawasan di bagian barat kota. Kendaraan militer Israel juga dilaporkan bergerak di dalam kota pada saat yang sama.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 11 orang, termasuk beberapa anak-anak, tewas dalam serangkaian serangan Israel di wilayah Nabatieh selatan pada Sabtu.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu, Hezbollah mengatakan eskalasi tersebut mencerminkan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “untuk meningkatkan eskalasi perang demi memperkuat posisi politiknya di dalam negeri, mencapai tujuan elektoralnya, dan memuaskan kelompok sayap kanan ekstrem.”

Pemilihan umum di wilayah yang diduduki Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Hezbollah melancarkan operasi militer terhadap Israel pada 2 Maret sebagai respons terhadap agresi AS-Israel terhadap Iran, pelanggaran berulang Israel terhadap gencatan senjata 2024, serta berlanjutnya pendudukan Israel atas wilayah Lebanon di bagian selatan.

Setelah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat pada 8 April, Israel juga terpaksa menerima gencatan senjata di Lebanon setelah Teheran menjadikan penghentian serangan Israel terhadap wilayah Lebanon sebagai salah satu syarat utama dalam perundingan tidak langsung dengan Washington.

Namun, Israel kemudian kembali melancarkan serangan terhadap Lebanon selatan, yang dinilai melanggar kesepakatan tersebut.

Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat pada 17 Juli, yang bertujuan mengakhiri perang, juga menyerukan penghentian permusuhan di seluruh front, termasuk Lebanon.

Israel tetap melancarkan serangan meskipun telah ada kesepakatan tersebut.

Pada 26 Juni, Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat, yang mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon yang diduduki.

Rencana tersebut pada tahap awal mencakup pengaturan percontohan di dua wilayah. Penarikan lebih lanjut akan dikaitkan dengan pengambilalihan tanggung jawab keamanan oleh tentara Lebanon serta pelucutan senjata kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Hezbollah.

Hezbollah menolak kerangka tersebut dan memperingatkan bahwa kesepakatan itu pada dasarnya melegitimasi pendudukan Israel atas Lebanon selatan.

Putaran ketujuh perundingan Lebanon-Israel berakhir di Roma awal bulan ini tanpa terobosan dalam isu-isu teritorial utama. Putaran perundingan berikutnya untuk sementara dijadwalkan pada 1 September.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya sejak 2 Maret.

Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk kawasan yang telah diduduki selama bertahun-tahun serta wilayah yang direbut dalam konflik yang lebih baru antara Oktober 2023 dan November 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *