Pasukan Israel Serang Pelayat Palestina di Tepi Barat Lukai Lebih dari 50 Orang

Pasukan Israel Serang Pelayat Palestina di Tepi Barat Lukai Lebih dari 50 Orang

Al-Quds, Purna Warta Pasukan Israel telah menyerang ratusan warga Palestina yang menghadiri prosesi pemakaman seorang pemuda di Tepi Barat, melukai lebih dari 50 orang.

Kerumunan orang berduka atas Labib Dumaidi yang berusia 19 tahun, yang pada Jumat (6/10) dini hari meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam serangan pemukim Israel di kota Huwara, selatan Nablus.

Baca Juga : Bagaimana Pendudukan Amerika di Suriah Memungkinkan Terjadinya Serangan Teroris

Media Palestina mengatakan pasukan Israel menyerang warga Palestina untuk mencegah mereka melanjutkan prosesi, menembakkan peluru tajam, peluru logam berlapis karet, granat kejut dan gas air mata ke arah mereka.

Laporan menyebutkan 51 warga terluka, termasuk 19 warga terkena peluru karet, dua di kepala dan tiga terkena peluru tajam di kaki.

Warga Palestina meneriakkan slogan-slogan yang menentang penggunaan kekerasan oleh pasukan dan pemukim Israel dan mendukung perlawanan. Para pelayat juga menyerukan pembalasan atas darah rakyat Palestina.

Prosesi dimulai dari Rumah Sakit Rafidia di Kota Nablus dan berakhir di tempat lahir Dumaid di Huwara.

Baca Juga : Didukung Aparat, Pemukim Zionis Tewaskan Penduduk Palestina di Tepi Barat

Gerakan perlawanan Hamas pada hari Jumat menyampaikan belasungkawa atas kematian Dumaid dalam sebuah pernyataan.

Dikatakan bahwa pemberontakan warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan dan khususnya di Masjid Al-Aqsa, semakin meningkat. Pernyataan tersebut menekankan bahwa perlawanan Palestina pada akhirnya akan mengakhiri pendudukan Israel.

Israel telah meningkatkan kekerasannya terhadap warga Palestina baru-baru ini, terutama setelah kabinet sayap kanan yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu berkuasa.

Lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh tahun ini di wilayah pendudukan Palestina dan Gaza. Mayoritas korban jiwa tercatat di Tepi Barat.

Baca Juga : Ini Kecaman Delegasi Iran pada Sanksi AS di Majelis Umum PBB

PBB mengatakan tahun 2023 adalah tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat sejak mereka mulai mencatat jumlah korban jiwa hampir dua dekade lalu.

Sebelumnya, tahun 2022 merupakan tahun paling mematikan dengan 150 warga Palestina tewas, 33 di antaranya adalah anak di bawah umur, menurut PBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *