Gaza, Purna Warta – Setidaknya lima orang, termasuk tiga anak-anak, tewas di wilayah utara Jalur Gaza yang hancur akibat perang setelah serangan udara Israel menghantam sekelompok warga sipil.
Badan pertahanan sipil Gaza dalam sebuah pernyataan pada Rabu menyebut bahwa serangan udara Israel menargetkan sejumlah individu di dekat Masjid Al-Qassam di kota Beit Lahia. Disebutkan bahwa jenazah para korban dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Namun, lembaga tersebut tidak memberikan informasi mengenai usia para anak yang menjadi korban.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 72.562 orang.
Sejak pengumuman gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, setidaknya 786 orang dilaporkan tewas dan 2.217 lainnya terluka, menurut kementerian tersebut.
Angka-angka ini, digabungkan dengan data sebelumnya sejak konflik yang disebut sebagai “genosida” yang dimulai pada 7 Oktober 2023, membawa total jumlah korban luka menjadi 172.320 orang.
Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, dengan kekurangan pasokan dasar serta gangguan berkelanjutan pada layanan-layanan penting, menurut otoritas setempat.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel tercatat lebih dari 2.400 kali, termasuk insiden penembakan, pengeboman, serangan militer, dan kerusakan properti.
Serangan Israel yang terus berlanjut sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan masih berlangsung hingga saat ini.


