Pasukan Israel Lancarkan Penggerebekan Besar-besaran di Tepi Barat Usai Insiden di Nablus

Keibutan luas

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan pendudukan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Sabtu dini hari, menyusul perlawanan warga Palestina di Nablus terhadap serangan para pemukim Israel dan operasi militer pasukan pendudukan. Penggerebekan tersebut disertai penggeledahan rumah-rumah warga, penangkapan puluhan warga Palestina, serta bentrokan yang menyebabkan sejumlah warga terluka.

Menurut laporan Al Mayadeen, salah satu operasi terbesar dilakukan di Desa Tell, barat daya Kota Nablus. Pasukan Israel menangkap puluhan pemuda Palestina, memukuli dan menganiaya sebagian dari mereka, serta menggerebek rumah keluarga Farouq Ramadan, seorang warga Palestina yang telah tewas sebelumnya.

Media Palestina melaporkan bahwa militer Israel tengah mempersiapkan penghancuran rumah keluarga Farouq Ramadan, yang dituduh oleh Israel sebagai pelaku penembakan terhadap pemukim Israel. Bersamaan dengan itu, pasukan Israel juga memperluas operasi militernya di kawasan Desa Tell.

Di Provinsi Jenin, pasukan Israel menggelar serangkaian penggerebekan di sejumlah kota dan desa yang disertai penangkapan massal terhadap warga Palestina. Operasi serupa juga dilakukan di Kota Abwein, sebelah utara Ramallah.

Di wilayah Jenin, pasukan Israel menyerbu Zababdeh, Faqqu’a, Ya’bad, Burqin, Jalbun, Qabatiya, Jalqamus, serta kawasan penampungan pengungsi dari Kamp Jenin. Dalam operasi tersebut, sejumlah rumah warga digeledah dan sedikitnya dua warga Palestina, yakni Taye’ Zakarneh di Qabatiya dan Jihad al-Saadi di kawasan timur Kota Jenin, ditangkap.

Sementara itu, operasi militer Israel juga terus berlanjut di Kota Tubas, di mana pasukan melakukan penggeledahan rumah-rumah warga. Operasi serupa juga berlangsung di kawasan Al-Naqqar, Kota Qalqilya.

Selain itu, pasukan Israel menyerbu Tubas, Jericho, Kamp Pengungsi Aqabat Jabr, serta sejumlah kota dan desa lainnya, termasuk Jiyus, Beit Furik, Tell, Al-Lubban al-Sharqiya, dan Kafr Aqab. Di Qalqilya, tentara Israel menggeledah sejumlah rumah dan menangkap seorang warga Palestina bernama Samir Hourani.

Di tengah operasi militer tersebut, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa delapan warga Palestina terluka akibat serangan yang dilakukan para pemukim Israel terhadap warga Desa Far’ata, di sebelah timur Qalqilya. Enam dari korban mengalami luka tembak menggunakan peluru tajam, sementara dua lainnya mengalami luka akibat pemukulan dan bentrokan.

Gelombang penggerebekan ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan di wilayah Nablus menyusul bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan pasukan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel memperketat pembatasan di sekitar Nablus, memperluas operasi penangkapan, serta mengumumkan persiapan operasi militer yang lebih besar di Tepi Barat. Pada saat yang sama, aksi kekerasan para pemukim juga terus meningkat, termasuk pembakaran dua masjid di Kur (Tulkarm) dan Qusra (Nablus) serta penyerangan terhadap rumah-rumah warga Palestina.

Menurut data resmi Palestina, sejak Oktober 2023, operasi militer Israel dan kekerasan para pemukim di Tepi Barat telah menyebabkan sekitar 1.200 warga Palestina tewas, hampir 13.000 orang terluka, dan sekitar 24.000 warga Palestina ditangkap. Sementara itu, Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Pemisah mencatat sedikitnya 3.488 serangan pemukim terjadi selama paruh pertama tahun 2026, meliputi penyerangan desa-desa Palestina, pembakaran rumah dan lahan pertanian, penembakan terhadap warga sipil, perampasan tanah, serta pembangunan pos-pos permukiman baru yang dinilai semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah pendudukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *