Militer Israel Konfirmasi Kematian Prajurit dalam Dugaan Kasus Bunuh Diri

Bunuh Diri

Al-Quds, Purna Warta – Militer Israel mengumumkan bahwa seorang prajurit Israel lainnya ditemukan tewas di bagian selatan wilayah pendudukan, dalam sebuah dugaan kasus bunuh diri.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebutkan bahwa penyelidikan oleh Polisi Militer telah dibuka, dan setelah selesai, hasilnya akan diserahkan kepada Kantor Jaksa Militer (Military Advocate General) untuk ditinjau.

Dengan kejadian ini, jumlah tentara Israel yang mengakhiri hidupnya sendiri sejak dimulainya perang genosida di Gaza telah mencapai lebih dari 61 orang.

Militer Israel juga menyatakan bahwa 22 kasus dugaan bunuh diri saat ini sedang atau telah diselidiki, yang mencakup 12 prajurit wajib militer, satu prajurit karier, dan sembilan tentara cadangan.

Perkembangan ini terjadi setelah seorang prajurit Israel mengakhiri hidupnya di sebuah pangkalan militer di wilayah pendudukan Israel bagian utara pada 16 Desember.

Surat kabar berbahasa Ibrani Haaretz melaporkan bahwa prajurit tersebut, yang bertugas sebagai pelacak (tracker) dalam dinas militer reguler, menembak dirinya sendiri di dalam pangkalan. Ia mengalami luka kritis dan kemudian dinyatakan meninggal dunia pada malam hari yang sama.

Berdasarkan laporan Pusat Riset dan Informasi Knesset, sejak awal 2024 hingga Juli 2025, sebanyak 279 prajurit Israel melakukan percobaan bunuh diri, dengan rata-rata satu kasus bunuh diri terjadi dari setiap tujuh percobaan.

Pada Oktober lalu, Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menyoroti meningkatnya krisis kesehatan mental di tubuh militer, seraya mengungkapkan bahwa ribuan prajurit tengah menjalani perawatan psikologis.

Ia menyerukan kepada para komandan agar tetap waspada, mengidentifikasi masalah kesehatan mental di unit masing-masing, dan memastikan prajurit yang terdampak memperoleh penanganan cepat dan memadai.

Menurut laporan sebelumnya dari penyiar publik KAN yang diterbitkan pada akhir Juli, hampir 10.000 dari 19.000 prajurit Israel yang terluka di Gaza saat ini mengalami gangguan psikologis, termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan sedang menjalani perawatan melalui departemen rehabilitasi Kementerian Urusan Militer.

Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan sedikitnya 71.269 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 171.232 orang lainnya dalam serangan di Gaza.

Gencatan senjata yang diberlakukan pada 10 Oktober tahun lalu dimaksudkan untuk mengakhiri perang. Namun, Israel disebut melanggarnya setiap hari, yang mengakibatkan ratusan korban tambahan.

Israel juga terus memberlakukan pembatasan masuknya makanan dan obat-obatan ke Gaza, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina menghadapi krisis kemanusiaan yang parah, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *