Al-Quds, Purna Warta – Media Israel melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) sedang mengkaji rencana pemindahan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan ke wilayah Israel.
Menurut laporan Kantor Berita Arabi 21, Pentagon tengah mempertimbangkan gagasan memindahkan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di sekitar perbatasan Iran dan kawasan Teluk Persia ke wilayah Israel.
Situs berita berbahasa Ibrani Walla melaporkan bahwa Pentagon sedang mengkaji pemindahan sistem pertahanan dan persenjataan ofensif ke wilayah Israel. Keputusan ini diambil setelah militer Amerika Serikat menyimpulkan bahwa pangkalan-pangkalannya di kawasan Teluk rentan terhadap serangan Iran.
Laporan tersebut menambahkan bahwa kajian ini dapat berujung pada peningkatan kehadiran pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk pemanfaatan kamp udara yang sudah ada di wilayah Negev atau pembangunan pangkalan udara baru secara penuh.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pada puncak konflik dengan Iran, Amerika Serikat menempatkan lebih dari 6.000 personel militernya di wilayah Israel, dengan sebagian ditempatkan di pangkalan militer Israel.
Disebutkan pula bahwa personel tersebut bertugas mengoperasikan sistem pertahanan udara serta melakukan pemeliharaan terhadap pesawat-pesawat Amerika yang ditempatkan di bandara-bandara Israel. Pesawat-pesawat itu dipindahkan dari negara-negara Teluk guna menghindari ancaman serangan pesawat nirawak (drone) maupun rudal jarak pendek Iran.
Sebelumnya, harian The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, melaporkan bahwa kerusakan yang dialami pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah mendorong Pentagon untuk meninjau kembali pola penempatan dan kehadiran pasukannya di kawasan.
Sumber-sumber tersebut menyatakan bahwa militer Amerika Serikat sedang mengkaji sejumlah opsi, termasuk pembangunan kembali fasilitas militernya di Bahrain, kemungkinan mengurangi kehadiran pasukan di Kuwait dan Arab Saudi, serta memindahkan sebagian instalasi militer ke lokasi yang berada di luar jangkauan rudal dan drone Iran, dengan wilayah Israel disebut sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan.


