Al-Quds, Purna Warta – Media Israel melaporkan bahwa penyebaran video Menteri Keamanan Dalam Negeri negara tersebut memang merugikan citra Israel, namun tindakan itu bukan sesuatu yang berada di luar kebiasaan yang berlaku di negara tersebut.
Menurut laporan jaringan Al-Mayadeen, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa perilaku Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, meskipun dinilai “lebih terang-terangan” dibanding pejabat lainnya, sepenuhnya sejalan dengan standar yang lazim berlaku di Israel.
Haaretz juga menambahkan bahwa tindakan kekerasan dan penghinaan terhadap para aktivis di depan kamera dan di hadapan para menteri merupakan sebuah “skandal” yang tidak lagi dapat disembunyikan.
Sementara itu, lembaga penyiaran Israel melaporkan bahwa sejumlah negara Eropa bersama Kanada, setelah beredarnya video Ben-Gvir, telah memanggil para duta besar Israel dan memberikan teguran diplomatik kepada mereka.
Selain itu, Mike Huckabee, duta besar Amerika Serikat di Tel Aviv, tanpa menyinggung rekam jejak buruk Israel di berbagai forum internasional yang kerap dituduh melakukan terorisme negara, mengklaim bahwa: “Ben-Gvir telah merusak citra Israel.”
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, juga beberapa jam sebelumnya menanggapi tindakan Ben-Gvir dengan menyatakan: “Gambar-gambar yang dipublikasikan Ben-Gvir terkait para aktivis armada ketahanan yang ditahan sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima.”
Ia menambahkan: “Kami mengutuk perlakuan yang merendahkan martabat oleh pejabat Israel dan Ben-Gvir terhadap para aktivis armada ketahanan yang ditahan.”
Gambar-gambar yang beredar menunjukkan bahwa pasukan Israel setelah menangkap para aktivis “Armada Sumud” telah memperlakukan mereka secara kasar dan menghina.
Di sisi lain, rekaman yang menunjukkan perlakuan buruk dan tindakan tidak manusiawi oleh Ben-Gvir dan pasukan Israel terhadap para aktivis Armada Sumud yang ditahan telah memicu kemarahan luas di tingkat internasional.


