Al-Quds, Purna Warta – Lebih dari 10.000 tentara Israel mengalami gangguan psikologis dan post-traumatic stress disorder (PTSD) sejak pecahnya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, demikian menurut sebuah laporan.
Baca juga: Gudang Senjata AS ‘Menipis’ Seperempat Rudal THAAD Digunakan untuk Pertahankan Israel dari Iran
Laporan yang dimuat oleh surat kabar berbahasa Ibrani, Yedioth Ahronoth, mengungkapkan bahwa kementerian urusan militer Israel tengah memberikan perawatan kepada para tentara yang terdampak secara mental akibat perang di Gaza.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 3.769 orang telah secara resmi diakui menderita PTSD.
Selain itu, sebanyak 18.500 personel baru dari kalangan militer dan pasukan keamanan telah bergabung dengan departemen rehabilitasi, di samping puluhan ribu lainnya yang sebelumnya sudah menjalani pengobatan.
Laporan itu, mengutip data dari kementerian urusan militer, memperkirakan bahwa dalam waktu dua setengah tahun ke depan, akan ada sekitar 100.000 tentara yang terluka dan mengalami disabilitas di Israel, dengan setidaknya separuh dari mereka menderita gangguan psikologis.
“Lebih dari 12.000 tentara aktif dan cadangan telah meninggalkan dinas militer karena dampak psikologis dari perang yang sedang berlangsung, dan mereka juga berhenti bekerja dalam kehidupan pribadi mereka,” kata seorang sumber dari kementerian tersebut.
Perkiraan menunjukkan bahwa tahun 2025 akan menyaksikan peningkatan yang lebih besar lagi dalam jumlah tentara yang terdampak secara psikologis, dan jumlah mereka yang membutuhkan perawatan diperkirakan akan meningkat lebih tajam lagi setelah perang berakhir atau gencatan senjata tercapai.
Menurut para pakar, selama berada di medan tempur, para tentara menikmati semacam “imunitas psikologis” relatif, namun setelah kembali ke kehidupan normal, kenangan mulai muncul ke permukaan dan memicu krisis psikologis yang tertunda.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa tiga tentara Israel telah bunuh diri hanya dalam kurun waktu 10 hari, sebagaimana dinyatakan pada 14 Juli.
Kasus terakhir melibatkan seorang tentara yang bertugas di Brigade Nahal, menurut saluran penyiaran Israel, Channel 12.
Baca juga: Pejabat Kemanusiaan Tinggi PBB: Satu dari Tiga Orang di Gaza Belum Makan Selama Berhari-hari
Pada 10 Juli, seorang tentara dari Brigade Golani mengakhiri hidupnya di pangkalan Sde Teiman setelah kembali dari Gaza, demikian diberitakan harian Haaretz.
Media Israel melaporkan lonjakan signifikan dalam kasus bunuh diri di kalangan personel militer sejak dimulainya perang di Gaza. Israel Hayom mencatat 21 kasus bunuh diri tentara sepanjang tahun 2024.
Sementara itu, Haaretz melaporkan pada bulan Mei bahwa sebanyak 42 tentara telah mengakhiri hidup mereka sejak awal genosida Gaza.


