Laporan “Pew”: Pukulan Telak Yahya al-Sinwar terhadap Citra Global Rezim Zionis

Sinwar

Al-Quds, Purna Warta – Hasil survei terbaru dari lembaga penelitian “Pew” menunjukkan bahwa Yahya al-Sinwar berhasil mencapai sejumlah tujuannya. Kini, posisi global rezim Zionis mengalami kemerosotan tajam akibat perang di Gaza dan serangan-serangan setelah 7 Oktober, sementara tingkat kepercayaan publik terhadap para pejabat tinggi rezim tersebut, termasuk Benjamin Netanyahu, juga menurun.

Menurut data yang dikumpulkan antara Februari hingga Mei 2026 di 36 negara menunjukkan bahwa rata-rata 67 persen orang dewasa memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap rezim Zionis.

Menurut laporan ISNA, survei yang dilakukan setelah dimulainya operasi militer agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran pada 28 Februari tersebut mencerminkan kesenjangan yang mendalam antara opini publik dunia dan kebijakan Tel Aviv.

Pada peringatan tiga tahun operasi Palestina Badai Al-Aqsa, kini tampaknya perancang serangan tersebut—Yahya al-Sinwar, ketua syahid Biro Politik Hamas—setidaknya berhasil mencapai sebagian dari tujuannya dalam mengubah pandangan publik terhadap rezim Zionis. Dengan menelaah tren dan perkembangan jangka panjang yang terbentuk setelah serangan 7 Oktober, dapat dikemukakan bahwa sejumlah perubahan yang terjadi sejalan dengan tujuan al-Sinwar.

Menurut laporan tersebut, pandangan di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Turki, khususnya negatif. Di Eropa, termasuk Italia, Belanda, dan Spanyol, sekitar separuh atau lebih dari jumlah orang dewasa memiliki pandangan yang sangat tidak menguntungkan terhadap Israel. Data yang dirinci berdasarkan kelompok menunjukkan bahwa ketidakpuasan ini lebih menonjol di kalangan anak muda dan kelompok politik berhaluan kiri. Di Amerika Serikat, misalnya, 83 persen kaum liberal memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap rezim tersebut.

Posisi Benjamin Netanyahu, perdana menteri rezim Zionis, juga mengalami kemerosotan tajam. Di 13 dari 24 negara yang datanya tersedia, tingkat kepercayaan publik terhadap Netanyahu menurun dibandingkan 2025. Sementara langkah-langkah seperti penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Yoav Gallant, mantan menteri perang, oleh Mahkamah Pidana Internasional telah menambah tekanan politik, kini Netanyahu disebut telah menjadi sosok yang sangat tidak disukai di banyak masyarakat Barat.

Analisis menunjukkan bahwa perang terhadap Gaza tidak hanya berdampak terhadap tujuan-tujuan militer Tel Aviv, tetapi juga melemahkan hubungan diplomatik dan mendorong Poros Perlawanan menghadapi perubahan yang bersifat mendasar. Namun, terlepas dari klaim mengenai melemahnya Poros Perlawanan tersebut, perubahan geopolitik dan menurunnya dukungan internasional terhadap rezim Zionis telah membuat kondisi yang ada saat ini menjadi semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *