Laporan: Militer Israel Perketat Pembatasan pada Ponsel Para Perwira Karena Kekhawatiran Peretasan

Israel Militaryu

Al-Quds, Purna Warta – Militer Israel dilaporkan berencana memberlakukan pembatasan baru terhadap penggunaan ponsel oleh perwira senior untuk mengekang kebocoran informasi sensitif, khususnya setelah serangan kejutan pada 7 Oktober 2023 yang dikenal sebagai Operasi Banjir Al-Aqsa.

Baca juga: Hamas Kecam Pembunuhan dan Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Palestina di Penjara Israel

Menurut Radio Militer Israel, para komandan berpangkat letnan kolonel ke atas akan diwajibkan di bawah arahan baru tersebut untuk menggunakan hanya iPhone Apple untuk komunikasi resmi.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko penyusupan ke perangkat para perwira senior militer Israel, kata laporan itu pada Rabu.

Militer Israel juga diperkirakan akan melarang para perwira membawa ponsel resmi selain iPhone, dengan perangkat Android hanya diizinkan untuk penggunaan pribadi. Arahan tersebut diperkirakan berlaku dalam beberapa hari mendatang dan akan mencakup perwira dari pangkat letnan kolonel hingga staf jenderal.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membatasi paparan informasi secara tidak sengaja melalui media sosial dan aplikasi pesan, yang berpotensi mengungkap pola perilaku.

Perkembangan ini membangun inisiatif sebelumnya untuk memperkuat keamanan ponsel dalam militer Israel, termasuk pelatihan dan latihan internal guna meningkatkan kesadaran para perwira terhadap strategi rekayasa sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, militer pendudukan tersebut telah melakukan simulasi yang melibatkan apa yang disebut sebagai “honeypot” untuk mengevaluasi dan memperkuat disiplin digital di unit-unitnya.

Otoritas militer Israel secara konsisten memperingatkan bahwa kelompok-kelompok musuh memanfaatkan platform media sosial dan aplikasi pesan untuk menyusup ke perangkat para prajurit dan memantau pergerakan pasukan.

Baca juga: Israel Menggunakan Sistem AI untuk Mengawasi Media Sosial Prajurit dan Memblokir Bukti Kejahatan Perang

Militer sebelumnya menuduh bahwa Hamas mengeksploitasi WhatsApp untuk mengumpulkan intelijen dari para tentara yang ditempatkan di perbatasan Gaza. Pasukan diminta untuk segera melaporkan setiap pesan mencurigakan kepada komandan mereka.

Pada 2019, militer memperingatkan pasukannya tentang penggunaan WhatsApp oleh gerakan perlawanan Palestina untuk mengumpulkan informasi mengenai pergerakan pasukan di sekitar wilayah Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *