Al-Quds, Purna Warta – Menurut harian Israel Yedioth Ahronoth, penyakit kulit berbahaya tengah merebak di antara pasukan Zionis yang ditempatkan di Gaza.
Baca juga: Pengadilan Israel Klaim Seorang Yahudi Ortodoks Bekerja Sama dengan Intelijen Iran Selama Perang
Disebutkan bahwa sebagian besar wilayah Gaza telah berubah menjadi kawasan berisiko tinggi akibat kekurangan air, minimnya fasilitas kesehatan, serta pengungsian ratusan ribu warga Palestina. Rumah-rumah yang hancur kini menjadi sarang anjing liar dan hewan buas, sementara serangga dan hewan pengerat berkembang biak secara luas.
Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa di kalangan tentara Israel, terutama mereka yang ditempatkan di wilayah tengah dan selatan Gaza, kasus penyakit dan infeksi kulit terus meningkat. Para pakar menggambarkan kondisi ini sebagai masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan prajurit.
Serangan Kutu Busuk dan Infeksi Kulit
Menurut laporan tersebut, banyak tentara Israel mengalami gatal hebat dan ruam kulit yang persisten. Penyebab utama adalah infestasi kutu busuk (bed bugs) di bangunan-bangunan yang diduduki tentara. Bangunan itu sebagian besar rusak, kotor, dan tak layak huni. Kondisi dikatakan memburuk terutama di malam hari.
Wabah ini memengaruhi baik pasukan aktif maupun cadangan, khususnya unit-unit yang membuat pos sementara di bangunan yang rusak. Meski kasus terbanyak terjadi di Gaza tengah dan selatan, laporan serupa juga muncul dari wilayah Zeitoun dan Jabalia di Gaza utara.
Seorang perwira cadangan Israel mengatakan:
“Para prajurit telah menderita dalam diam selama berminggu-minggu. Tidur di lantai di area yang terkontaminasi adalah penyebab utama penyakit ini. Bahkan mereka yang tidur di ranjang pun tidak luput dari gigitan, karena kutu busuk menular melalui seragam dan kantong tidur, sementara tidak tersedia fasilitas dasar seperti kamar mandi.”
Yedioth Ahronoth menambahkan, para tentara Israel terpaksa hidup berdampingan dengan anjing dan kucing liar yang juga menjadi pembawa penyakit. Situasi diperparah oleh blokade yang membuat pasokan air dan fasilitas sanitasi tidak tersedia, sehingga menciptakan lingkungan ideal bagi penyebaran serangga dan pengerat.
Baca juga: Jumlah Korban Tewas Perang Gaza Capai 64.871 Orang
Laporan ini muncul di tengah perang yang dilancarkan rezim Zionis di Gaza, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 64.000 orang, melukai dan mengungsikan ratusan ribu lainnya. Krisis pangan yang parah juga telah merenggut nyawa ratusan warga Palestina, termasuk sedikitnya 142 anak-anak.


