Pengadilan Israel Klaim Seorang Yahudi Ortodoks Bekerja Sama dengan Intelijen Iran Selama Perang

Yahudi Ortodoks intelijen Iran

Al-Quds, Purna Warta –  – Media Israel melaporkan bahwa pengadilan rezim Zionis telah menjatuhkan vonis terhadap seorang warga Yahudi Ortodoks dengan tuduhan bekerja sama dengan badan intelijen Iran dan melaksanakan sejumlah misi di wilayah pendudukan selama perang 12 hari.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas Perang Gaza Capai 64.871 Orang

Menurut laporan Channel 11 Israel, Pengadilan Distrik al-Quds (Yerusalem) pada Minggu (waktu setempat) memvonis Elimelech Stern, seorang Yahudi Ortodoks berusia 22 tahun dari sekte Hasid di Beit Shemesh, atas tuduhan menjalin kontak dengan intelijen Iran dan melakukan misi di Palestina pendudukan selama perang tersebut.

Media Zionis itu menyebut, Stern berkomunikasi melalui aplikasi Telegram dengan sebuah akun bernama “Ana Elena”, yang diduga memberikan berbagai instruksi misi di wilayah pendudukan.

Tugas-tugas yang dijalankan Stern antara lain:

Meletakkan kepala domba yang telah dipenggal di depan rumah Duta Besar Israel untuk Badan Energi Atom Internasional,

Berpartisipasi dalam aksi protes di Tel Aviv dan Yerusalem,

Membakar kendaraan dan memicu kebakaran di lokasi tertentu.

Baca juga: Rincian Baru tentang Kegagalan Serangan Teroris Israel di Doha Menurut Hamas

Selain itu, ia juga mengirimkan paket berisi kepala hewan atau boneka, disertai pisau dan pesan ancaman, kepada sejumlah warga Israel.

Menurut dakwaan, Stern menerima pembayaran dalam bentuk mata uang kripto dari pihak yang disebut sebagai agen Iran sebagai imbalan atas tugas-tugas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *