Jumlah Korban Tewas Perang Gaza Capai 64.871 Orang

Syahid Gaza

Gaza, Purna Warta –  – Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, lebih dari 414 warga Palestina gugur atau terluka akibat serangan Israel, sehingga jumlah korban tewas sejak dimulainya perang genosida mencapai 64.871 orang.

Baca juga: Rincian Baru tentang Kegagalan Serangan Teroris Israel di Doha Menurut Hamas

Dalam laporan hariannya, Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 68 syuhada dan 346 orang luka-luka telah dilarikan ke berbagai rumah sakit di Jalur Gaza hanya dalam sehari. Namun, masih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan atau tergeletak di jalanan, yang hingga kini belum dapat dijangkau tim penyelamat.

Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban luka telah mencapai 164.610 orang.

Kementerian menambahkan, sejak gencatan senjata rapuh dilanggar Israel pada 18 Maret 2025, korban tambahan tercatat 12.321 syuhada dan 52.569 orang terluka.

Di antara korban terdapat mereka yang disebut sebagai “syuhada sepotong roti” — yaitu warga yang gugur saat mengantre bantuan makanan. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 10 orang syahid dan 8 lainnya luka-luka. Total kategori ini kini mencapai 2.494 syuhada dan lebih dari 18.135 orang terluka.

Selain itu, dua kasus kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi juga dilaporkan, menambah total korban di kategori ini menjadi 422 orang, termasuk 145 anak-anak.

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa angka kematian akibat kelaparan dan gizi buruk terus meningkat, mayoritasnya adalah anak-anak. Krisis diperparah oleh kekurangan pangan dan obat-obatan, sementara Israel secara sistematis menyerang pusat distribusi bantuan dan kawasan pemukiman, serta mencegah masuknya bantuan kemanusiaan.

Sejak pecahnya perang, Gaza menghadapi krisis kemanusiaan akut. Warga, khususnya perempuan dan anak-anak, hidup dalam kondisi sangat sulit akibat kelangkaan makanan, air, dan obat-obatan.

Baca juga: Israel Hancurkan Menara Al-Kawthar dan Mahna di Gaza

Didukung Amerika Serikat, rezim Israel melancarkan perang pemusnahan massal sejak 7 Oktober 2023 yang mencakup pembunuhan, kelaparan, penghancuran infrastruktur, dan pengusiran paksa. Rezim ini juga mengabaikan seluruh seruan internasional dan putusan Mahkamah Internasional untuk menghentikan kejahatannya.

Pasca runtuhnya gencatan senjata pada Maret, militer Israel melanjutkan agresinya dengan memperluas operasi ke berbagai wilayah Gaza, terutama di selatan, sekaligus memaksa evakuasi massal di utara. Tentara pendudukan menegaskan tidak akan mundur dari wilayah baru yang dikuasainya sejak Maret, serta mempertahankan blokade ketat yang menghalangi distribusi bantuan pangan dan medis.

Lembaga-lembaga hak asasi manusia, baik domestik maupun internasional, bersama komite HAM PBB menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan demi menghentikan perang pemusnahan di Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *