Al-Quds, Purna Warta – Sebuah media Zionis mengungkap bahwa sekitar 100 orang tewas di penjara-penjara Israel selama masa jabatan Itamar Ben Gvir.
Menurut laporan kantor berita Al Mayadeen, surat kabar Zionis Haaretz melaporkan bahwa dalam dua setengah tahun terakhir, sebanyak 98 orang kehilangan nyawa di penjara-penjara rezim tersebut.
Surat kabar itu juga menyatakan bahwa selama masa kepemimpinan Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, dan Kobi Yaakobi, kepala administrasi penjara Israel, penjara-penjara Israel telah berubah menjadi jaringan kamp penyiksaan.
Dalam beberapa hari terakhir, tindakan Ben Gvir yang dinilai keji karena memperlakukan secara tidak manusiawi para penumpang armada global “Sumud”, serta penyebaran video terkait perlakuan tersebut, memicu gelombang reaksi negatif di berbagai negara di dunia. Banyak negara mengecam keras tindakan tersebut.
Laporan lain dari media internasional menyebutkan bahwa berbagai organisasi hak asasi manusia turut menyoroti kondisi tahanan Palestina di penjara Israel, terutama setelah meningkatnya operasi militer di Gaza dan Tepi Barat. Sejumlah lembaga HAM menuduh adanya praktik penyiksaan, penahanan tanpa proses hukum yang jelas, pembatasan akses medis, serta perlakuan yang melanggar konvensi internasional terhadap para tahanan.
Sementara itu, pemerintah Israel dan pejabat terkait membantah sebagian besar tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kebijakan keamanan yang diterapkan diperlukan untuk menghadapi ancaman keamanan dan menjaga stabilitas internal negara.


