Kebijakan Buta AS Demi Israel Fasis Undang Kecaman Palestina Terhadap Veto AS

bias

Gaza, Purna Warta – Faksi-faksi Palestina mengecam Amerika Serikat karena menggunakan hak veto-nya terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza, dan menyebut tindakan itu sekali lagi menunjukkan keterlibatan Washington dalam kejahatan rezim Israel terhadap rakyat Palestina.

Dokumen tersebut menggambarkan situasi di Gaza sebagai “bencana besar” dan menuntut “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen”, serta penghapusan seluruh pembatasan atas masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dikepung itu.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, rancangan resolusi itu mendapat dukungan 14 suara, dan hanya AS yang menolak, menjadikannya veto kelima dari AS terhadap upaya menghentikan agresi brutal Israel di Gaza.

Veto Gencatan Senjata Tunjukkan ‘Keberpihakan Buta’ AS terhadap Israel

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengatakan bahwa veto AS menunjukkan “keberpihakan buta” pemerintahan Amerika terhadap rezim Israel yang mereka sebut sebagai “fasis.”

“Sikap arogan Amerika mencerminkan pengabaian terhadap hukum internasional dan penolakan total terhadap upaya menghentikan pertumpahan darah di Gaza,” ujar Hamas.

“Sikap AS ini memberi lampu hijau kepada penjahat perang Benjamin Netanyahu — yang kini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional — untuk terus melanjutkan perang genosida brutal terhadap warga sipil tak berdosa.”

Dalam sesi pemungutan suara, Kuasa Usaha AS untuk PBB, Dorothy Shea, mengklaim bahwa resolusi itu “tidak dapat diterima” dan akan “memberi keberanian kepada Hamas.” Ia juga menyatakan bahwa Washington tidak akan mendukung tindakan apa pun yang tidak menyertakan seruan agar Hamas melucuti senjata dan angkat kaki dari Gaza.

Hamas menanggapi bahwa pernyataan Shea merupakan bagian dari kampanye disinformasi AS, dan merupakan penyangkalan atas hak sah rakyat Palestina untuk melawan penjajahan.

Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk:

  • Segera menghentikan genosida Israel di Gaza

  • Menuntut pertanggungjawaban para pejabat rezim pendudukan atas kejahatan perang mereka.

“Kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan perang genosida yang telah berlangsung selama 20 bulan, dan ketidakmampuannya untuk mencabut blokade…, menimbulkan pertanyaan mendasar tentang peran lembaga-lembaga komunitas internasional serta efektivitas hukum dan piagam internasional yang terus dilanggar oleh pendudukan tanpa sanksi nyata,” tegas Hamas.

Kelompok perlawanan Jihad Islam Palestina juga menyatakan bahwa veto AS atas resolusi gencatan senjata menjadi bukti nyata bahwa AS mensponsori kejahatan Israel.

“Amerika Serikat adalah mitra sejati dalam genosida brutal dan kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara pendudukan di Jalur Gaza,” ungkap mereka dalam pernyataan resmi.

Veto AS Ungkap Permusuhan terhadap Palestina

Sementara itu, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengatakan bahwa veto AS seharusnya tidak mengejutkan siapa pun, karena Washington adalah pemasok utama senjata paling mematikan kepada militer Israel.

PFLP menegaskan bahwa veto tersebut adalah “bukti baru atas keterlibatan langsung Amerika” dalam genosida Israel di Gaza, serta permusuhan terbuka terhadap rakyat Palestina.

Catatan Perang Genosida

Israel melancarkan serangannya ke Gaza dengan dukungan penuh dari AS sejak 7 Oktober 2023, sebagai balasan atas operasi militer Hamas terhadap entitas penjajah, yang merupakan reaksi atas peningkatan kejahatan Israel terhadap warga Palestina.

Hingga kini, rezim Tel Aviv telah membunuh sedikitnya 54.607 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai 125.341 lainnya di wilayah yang diblokade tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *