Jihad Islami Palestina: Kami Tidak Akan Pernah Menyerah kepada Israel

Jihad Islami

Tehran, Purna Warta – Menurut laporan pembertaan di Iran, Mohammad al-Hindi anggota Jihad Islami Palestina menyatakan:

Baca juga: Polisi Inggris Tangkap Puluhan Demonstran dalam Aksi Protes di London Menentang Pelarangan Palestina Action

“Pilihan yang diberikan kepada perlawanan sangat terbatas, dan kepada kami ditawarkan opsi untuk menyerah.”

Dalam wawancara dengan saluran Al Jazeera, sebagaimana dikutip oleh kantor berita ISNA, ia menambahkan:

“Bukan hanya kelompok perlawanan, melainkan seluruh rakyat Palestina telah menunjukkan keteguhan luar biasa yang nyaris legendaris.”

Al-Hindi menegaskan bahwa delegasi perunding Palestina telah sangat lentur dalam pembicaraan yang bertujuan menghentikan agresi.

Pejabat Jihad Islami Palestina itu memperingatkan bahwa:

“Karena fleksibilitas kami dalam negosiasi, ‘Israel’ beranggapan bahwa mereka dapat menghancurkan perlawanan.”

Wakil Sekjen tersebut menambahkan bahwa Israel tidak mampu melanjutkan pergerakannya lebih jauh, karena jika terus dipaksakan, pasukannya akan mengalami kehancuran dan kelelahan.

“Keruntuhan kekuatan dan berjalannya waktu berpihak pada kami. Kami bukan pengecut yang akan menyerah kepada rencana-rencana Israel.”

Baca juga: PBB: Gaza di Ambang Kehancuran akibat Krisis BBM yang Capai ‘Tingkat Kritis’

Ia juga mengungkapkan bahwa:

“Para penjajah ingin memaksa kami untuk menerima hanya 40% wilayah Gaza. Israel terus menunjukkan sikap keras kepala. Jika mereka sungguh-sungguh ingin menghentikan agresi, mereka akan menerima sebuah kesepakatan komprehensif.”

Al-Hindi menegaskan bahwa pihak Israel berkhayal jika mereka berpikir kami akan menerima penyerahan diri, padahal waktu tidak berpihak pada mereka.

“Yang kami bicarakan adalah sebuah kesepakatan prinsipil yang mencakup penghentian agresi, dan ini mensyaratkan adanya jaminan yang jelas.”

Ia menambahkan bahwa:

“Kesepakatan prinsipil itu juga mencakup penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza serta pengaturan mekanisme distribusi bantuan kemanusiaan.”

Menutup pernyataannya, al-Hindi menegaskan:

“Kami tidak akan lagi menerima jebakan kematian atau koridor maut seperti di poros Morag.
Pihak Israel tengah menjalankan perang psikologis, dan kami tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun yang akan berujung pada penyerahan diri.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *