Israel Tingkatkan Penggerebekan Militer dan Serangan Pemukim di Tepi Barat

West Tepi

Al-Quds, Purna Warta – Laporan media pada Minggu menyebutkan bahwa Israel meningkatkan operasi penggerebekan militer pada malam hari serta serangan terkoordinasi oleh para pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat, sehingga komunitas Palestina berada di bawah tekanan, di tengah langkah Tel Aviv yang disebut bertujuan memperluas penguasaan atas lebih banyak wilayah Palestina.

Pasukan Israel dilaporkan melakukan penggerebekan dan penangkapan di sejumlah kota dan desa, sementara para pemukim Israel bersenjata, yang menurut laporan tersebut mendapat perlindungan dari militer, meningkatkan serangan terhadap rumah-rumah warga Palestina, lahan pertanian, serta penduduk setempat.

Dalam operasi tersebut, sedikitnya tujuh warga Palestina ditangkap, terdiri atas lima orang di Burqa, satu orang di Beit Sahour, dan satu orang di Kamp Pengungsi Qalandiya.

Laporan itu menyebut bahwa para pemukim menyerang rumah-rumah warga, merusak tanaman dan properti, serta melakukan kekerasan fisik terhadap pemilik lahan.

Di beberapa wilayah administratif, pasukan Israel bersama para pemukim menutup jalan-jalan, mengerahkan unit militer, dan menyita lahan yang disebut akan digunakan untuk perluasan permukiman Israel.

Di kawasan Jabal Bir Quza, puluhan pemukim memasuki lahan pertanian di sebelah timur Qabalan, mengusir para petani, dan merusak tanaman mereka.

Di Masafer Yatta, para pemukim menyerang rumah dan harta benda warga di Wadi Al-Rakhim yang menurut laporan bertujuan membuka jalan bagi perluasan permukiman.

Mereka juga mengepung rumah Mohammad Mousa Shanaran dan berusaha masuk secara paksa. Gas air mata disemprotkan melalui jendela rumah sehingga anggota keluarganya mengalami sesak napas.

Di Umm Al-Khair, para pemukim mengibarkan bendera Israel di dekat rumah-rumah warga Palestina dan melakukan penyerangan terhadap penduduk setempat.

Di Aqraba, dua bersaudara warga Palestina dipukuli hingga mengalami luka serius. Salah satu di antaranya dirawat di rumah sakit, sedangkan yang lain justru ditangkap oleh pasukan Israel yang disebut melindungi para penyerang.

Para pemukim juga menutup jalan tanah menuju Tubas menggunakan batu-batu besar.

Sementara itu, pasukan Israel tetap mempertahankan penutupan jalan di sebelah barat laut Ramallah serta melanjutkan perataan tanah dan penyitaan lahan yang disebut sejalan dengan kebijakan perluasan permukiman.

Penggerebekan dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Nablus, Jenin, Hebron (Al-Khalil), Bethlehem, Ramallah, dan Yerusalem Timur, meliputi desa-desa Al-Mughayyir, Madama, Burqa, Sebastia, Zabuba, Arabouna, Marka, Kamp Pengungsi Qalandiya, serta kota Beit Sahour, Sa’ir, Al-Shuyukh, dan Kharsa.

Pasukan Israel dikerahkan dalam jumlah besar di kawasan permukiman, melakukan penggeledahan rumah, dan meningkatkan kehadiran militer.

Di Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah para pemuda Palestina. Di Madama, selatan Nablus, kendaraan militer tambahan dan sebuah buldoser dikerahkan, sementara pintu masuk desa ditutup menggunakan gundukan tanah.

Menanggapi gelombang operasi tersebut, sejumlah kelompok Palestina menyerukan kepada warga agar tetap bertahan dan menghadapi tindakan yang mereka sebut sebagai intimidasi dan kekerasan oleh pasukan Israel di seluruh Tepi Barat.

Laporan itu juga menyebut bahwa berbagai organisasi hak asasi manusia telah berulang kali mendokumentasikan dugaan serangan terkoordinasi antara pemukim dan pasukan Israel, yang menurut mereka melibatkan perlindungan terhadap pemukim selama penyerangan, bersamaan dengan penggerebekan rumah, penutupan jalan, dan penangkapan warga Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *