Israel Bunuh 700 Warga Palestina yang Sedang Mengambil Air di Gaza

Gaza, Purna Warta – Kantor Media Pemerintah di Gaza mengatakan lebih dari 700 warga Palestina, termasuk anak-anak, telah tewas saat sedang mengambil air, sebagai bagian dari “perang kehausan yang disengaja” Israel terhadap orang-orang di wilayah yang terkepung.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin, kantor tersebut mengatakan pasukan Israel telah menggunakan air sebagai senjata perang untuk merampas hak-hak paling dasar warga Palestina.

“Pendudukan Israel terus melancarkan perang kehausan yang sistematis dan disengaja terhadap rakyat Palestina di Gaza,” tambahnya.

“Kami menegaskan bahwa kebijakan rasis ini merupakan kejahatan perang penuh berdasarkan Konvensi Jenewa, dan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia.”

Kantor media tersebut juga mencatat bahwa militer Israel telah menargetkan 112 titik pengisian air bersih dan menghancurkan 720 sumur air di Jalur Gaza, sehingga 1,25 juta warga tidak bisa mengambil air bersih.

Lebih lanjut dikatakan bahwa tentara pendudukan telah menghalangi masuknya 12 juta liter bahan bakar setiap bulan, jumlah yang diperlukan untuk mengoperasikan sumur air minimum, mekanisme pengumpulan sampah, stasiun pembuangan limbah, dan sektor vital lainnya di seluruh Gaza.

“Hal ini telah menyebabkan kelumpuhan total pada jaringan air dan pembuangan limbah serta penyebaran epidemi, terutama di kalangan anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, kantor media tersebut mendesak komunitas internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan perang kehausan Israel dan mengizinkan masuknya bahan bakar dan peralatan berat yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kembali sumur air dan stasiun drainase di Gaza.

Pada hari Minggu, serangan udara Israel menargetkan titik distribusi air di utara kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, menewaskan sedikitnya 10 orang yang kehausan, termasuk 6 anak-anak, yang sedang mengantre air minum.

Jalur Gaza menghadapi krisis akses air bersih yang semakin memburuk di tengah perang genosida Israel yang sedang berlangsung di wilayah Palestina tersebut.

Israel melancarkan serangan brutalnya pada 7 Oktober 2023, setelah kelompok perlawanan Hamas melancarkan operasi bersejarahnya terhadap entitas perampas kekuasaan sebagai balasan atas kekejaman rezim yang semakin intensif terhadap rakyat Palestina.

Rezim Tel Aviv sejauh ini gagal mencapai tujuan yang dicanangkannya untuk melenyapkan Hamas dan membebaskan tawanan di Gaza, meskipun telah menewaskan 58.026 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 138.500 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *