Insinyur Rafael Advanced Defense Systems Meninggal akibat Luka Serangan Rudal Iran

mati

Al-Quds, Purna warta – Seorang insinyur yang bekerja di Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan industri pertahanan Israel yang mengembangkan sejumlah sistem rudal dan pertahanan udara canggih, meninggal dunia akibat luka yang dideritanya dalam serangan rudal Iran pada April lalu.

Otoritas Israel pada Jumat mengumumkan bahwa Michael Katz, berusia 82 tahun, meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah sebuah rudal balistik Iran menghantam Haifa pada 5 April, ketika berlangsung konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Dalam operasi yang oleh Iran disebut sebagai “True Promise 4”, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke Haifa. Serangan tersebut diklaim menyebabkan kerusakan besar dan menghantam sejumlah sasaran di kota tersebut.

Hasil penyelidikan Angkatan Udara Israel menyebutkan bahwa rudal balistik tersebut tidak berhasil dicegat setelah pecah di udara, sehingga lintasan terbangnya berubah dari jalur yang telah diperkirakan.

Menurut laporan tersebut, gelombang terbaru konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari, ketika pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap wilayah Iran.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangan harian menggunakan rudal dan drone yang menyasar lokasi-lokasi militer dan fasilitas strategis Amerika Serikat serta Israel di kawasan.

Pemerintah Iran secara konsisten menyatakan bahwa operasi balasannya merupakan bentuk pembelaan diri yang sah berdasarkan hukum internasional dan hanya menargetkan aset-aset militer Amerika Serikat dan Israel.

Iran dan Amerika Serikat kemudian menandatangani Memorandum Saling Pengertian (Memorandum of Understanding/MoU) Islamabad pada 17 Juni sebagai upaya menghentikan pertempuran dan meredakan ketegangan regional.

Namun, menurut laporan tersebut, dalam beberapa hari terakhir militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Iran yang disebut melanggar isi MoU tersebut. Sebagai respons, Teheran kembali melanjutkan serangan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat di kawasan.

Pemerintah Iran juga menyatakan telah menangguhkan seluruh komunikasi dengan Gedung Putih hingga Amerika Serikat menghentikan aksi militer dan retorika yang dinilai bersifat agresif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *