Beirut, Purna Warta – Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan sebuah tank Merkava dan sebuah buldoser militer milik pasukan pendudukan Israel di wilayah pemukiman Al-Bayada dan Deir Seryan menggunakan drone peledak.
Menurut media Al-Ilam Al-Harbi, Hizbullah Lebanon menyatakan bahwa mereka berhasil menyerang sebuah tank Merkava milik tentara rezim Israel di wilayah selatan Lebanon.
Dalam pernyataan terkait operasi tersebut, Hizbullah mengatakan:
“Dalam rangka membela Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh musuh Israel dan serangan yang menargetkan desa-desa di Lebanon selatan yang menyebabkan gugurnya dan terluka sejumlah warga sipil, para pejuang Perlawanan Islam pada pukul 10:15 pagi hari ini menargetkan secara langsung sebuah tank Merkava milik pasukan pendudukan di pemukiman Al-Bayada menggunakan drone peledak.”
Pejuang Hizbullah juga pada pukul 08:45 pagi menyerang sebuah buldoser militer D9 milik pasukan pendudukan di wilayah Khallat al-Raj di pemukiman Deir Seryan menggunakan drone peledak, dan serangan tersebut dikonfirmasi tepat mengenai target.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel, di mana bentrokan lintas perbatasan antara Hizbullah dan militer Israel terus berlangsung meskipun ada upaya gencatan senjata sementara di beberapa fase konflik.
Dalam beberapa bulan terakhir, Hizbullah telah berulang kali menggunakan drone peledak dan roket anti-tank untuk menyerang kendaraan lapis baja Israel, terutama tank Merkava yang merupakan salah satu kendaraan tempur utama militer Israel.
Baca juga: Israel Nonaktifkan Sistem Pelacakan Rudal Karena Kekhawatiran Infiltrasi Iran
Di sisi lain, militer Israel juga terus melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Lebanon yang diklaim sebagai target posisi Hizbullah, yang sering kali menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.
Ketegangan di wilayah tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas sejak konflik Gaza 2023, yang kemudian meluas ke perbatasan Lebanon–Israel, dengan keterlibatan aktif Hezbollah dalam front utara.


