London, Purna Warta – Koalisi Global Pendukung Palestina mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan gelombang aksi masyarakat di ratusan lokasi di seluruh dunia untuk memprotes kejahatan rezim Zionis.
Baca juga: Reuters dan Agence France-Presse Akui Keberhasilan Operasi Yaman terhadap Riyadh
Menurut Al Jazeera, Koalisi Global untuk Mendukung Palestina menyatakan bahwa mulai Jumat ini, kampanye internasional selama tiga hari akan digelar untuk menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina yang tertindas, bertepatan dengan peringatan tiga tahun agresi terhadap Jalur Gaza.
Berdasarkan laporan tersebut, koalisi itu menyerukan kepada seluruh bangsa, gerakan rakyat, dan lembaga-lembaga hukum untuk berpartisipasi secara aktif dalam rangkaian aksi terkoordinasi di seluruh dunia pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Mereka diminta menyuarakan tuntutan agar rezim Zionis menghentikan tindakan yang disebut sebagai genosida terhadap rakyat Palestina.
Koalisi tersebut menegaskan, “Jadikan jalan-jalan, parlemen, dan ruang digital sebagai tempat untuk menyatakan dukungan kepada Palestina dan menuntut diakhirinya pendudukan Israel. Jangan biarkan berlalunya tiga tahun pembantaian, penghancuran, dan agresi membuat kejahatan-kejahatan ini dianggap sebagai sesuatu yang normal. Kekebalan politik Israel di forum internasional, yang diberikan oleh negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat, harus dihentikan.”
Koalisi Global Pendukung Palestina merupakan sebuah koalisi masyarakat sipil yang dibentuk di London pada 2025 dengan melibatkan sejumlah tokoh terkemuka dari kalangan parlemen dan hukum.
Aksi solidaritas Palestina meluas di berbagai negara
Menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023, berbagai gerakan solidaritas Palestina di sejumlah negara menyerukan demonstrasi, kampanye publik, dan kegiatan advokasi untuk menyoroti korban sipil serta kehancuran di Jalur Gaza. Para peserta aksi umumnya menuntut penghentian serangan, akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, perlindungan warga sipil, dan pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional. Skala dan bentuk kegiatan berbeda-beda di setiap negara, bergantung pada penyelenggara dan kondisi setempat.
Krisis kemanusiaan Gaza tetap menjadi perhatian internasional
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan pada Oktober 2025, situasi kemanusiaan di Gaza masih menjadi perhatian utama masyarakat internasional. Kerusakan infrastruktur, pengungsian penduduk, keterbatasan tempat tinggal, serta kebutuhan pangan dan layanan kesehatan terus menjadi tantangan besar. Organisasi kemanusiaan berulang kali menekankan pentingnya akses bantuan yang aman dan berkelanjutan, perlindungan tenaga medis dan pekerja kemanusiaan, serta pemulihan layanan dasar bagi penduduk.
Baca juga: Delapan Warga Palestina Gugur dalam Serangan Rezim Zionis terhadap Jalur Gaza
Desakan agar pemerintah Barat menghentikan dukungan politik terhadap Israel
Sejumlah kelompok advokasi Palestina dan organisasi masyarakat sipil di Eropa serta Amerika Serikat terus mendesak pemerintah masing-masing untuk meninjau kebijakan mereka terhadap Israel. Tuntutan yang disuarakan mencakup penghentian transfer senjata yang berisiko digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum internasional, penerapan sanksi yang sesuai dengan hukum, serta dukungan terhadap mekanisme pertanggungjawaban internasional. Perdebatan mengenai kebijakan tersebut juga berlangsung di parlemen, pengadilan, dan lembaga internasional, dengan perbedaan pandangan mengenai bentuk tekanan diplomatik dan langkah hukum yang tepat.


