Fotografer Gaza Raih Penghargaan Golden Pen of Freedom

Photo

Gaza, Purna Warta – Para fotografer dari Jalur Gaza yang dilanda perang telah menerima Penghargaan Golden Pen of Freedom atas upaya mereka mendokumentasikan berbagai peristiwa dan dampak perang di wilayah pesisir tersebut.

Asosiasi Penerbit Berita Dunia (World Association of News Publishers/WAN-IFRA) mengumumkan bahwa penghargaan Golden Pen of Freedom 2026 diberikan kepada para fotografer dan sutradara video dari Jalur Gaza yang porak-poranda akibat perang.

Penghargaan internasional bergengsi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang mendokumentasikan konflik yang sedang berlangsung, dengan mempertaruhkan nyawa untuk menyampaikan informasi kepada dunia di tengah pembatasan akses jurnalis asing ke Gaza oleh Israel.

Upacara penganugerahan berlangsung di kota pesisir Marseille, Prancis selatan, pada 1 Juni, bertepatan dengan penyelenggaraan World News Media Congress ke-77.

Sejumlah jurnalis Palestina mewakili rekan-rekan mereka yang masih bertugas di lapangan. Fotografer Mohammed Salem (Reuters), Fatima Shbair (Associated Press), dan Mohammed al-Baba (Agence France-Presse/AFP) dipilih untuk menerima penghargaan tersebut atas nama para jurnalis Gaza lainnya.

Al-Baba, yang menghabiskan tujuh bulan mendokumentasikan kondisi di Gaza sebelum meninggalkan wilayah tersebut, menegaskan bahwa penghargaan ini memiliki nilai kemanusiaan dan profesional yang sangat besar.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk para fotografer yang masih hidup; penghargaan ini juga mencakup semua pihak, termasuk jurnalis yang gugur, yang terluka, yang ditahan, yang hilang, serta mereka yang masih berada di Gaza dan berada di garis depan,” kata Al-Baba.

Ia juga menjelaskan pengaruh besar foto dan video yang mereka hasilkan terhadap opini publik dunia:

“Tanpa foto dan video tersebut, perubahan pandangan dunia tidak akan terjadi. Karya-karya ini memainkan peran penting dalam mengubah perspektif global dan cara pandang dunia jurnalistik.”

Penghargaan ini diberikan pada saat Asosiasi Penerbit Berita Dunia menggambarkan para jurnalis Gaza sebagai “korban konflik sekaligus pencatat perang yang terjadi di sekitar mereka.”

Laporan dari Reporters Without Borders menunjukkan besarnya dampak konflik terhadap komunitas jurnalis Palestina. Menurut laporan tersebut, lebih dari 260 jurnalis telah tewas akibat serangan tentara Israel sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *