Al-Quds, Purna Warta – Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, sumber-sumber tim medis menyatakan bahwa pasukan pertahanan sipil, setelah berkoordinasi dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), berhasil mengevakuasi jenazah salah satu korban gugur dari wilayah Al-Tahliyah di timur Khan Younis dan membawanya ke kamar jenazah Rumah Sakit Nasser.
Sumber-sumber lokal juga melaporkan gugurnya Firas Ahmad Muhammad Abu Shanab akibat tembakan pasukan Zionis di kawasan yang sama.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Ahmad Hossam Zaidan Naim, warga Beit Hanoun, gugur setelah ditembak pasukan Zionis saat berlindung di Sekolah Ahmad Abdul Aziz di Khan Younis.
Selain itu, sejumlah warga Palestina lainnya terluka akibat tembakan dari kendaraan dan peralatan militer tentara rezim Zionis Israel di berbagai wilayah selatan Khan Younis.
Sumber-sumber lokal menegaskan bahwa sejak dini hari, tank-tank tentara rezim Zionis Israel secara luas menargetkan wilayah timur Khan Younis. Artileri rezim tersebut juga membombardir kawasan timur kota itu serta wilayah timur Kamp Jabalia di Gaza utara.
Laporan media juga menyebutkan bahwa tembakan yang berasal dari barak-barak militer rezim Zionis Israel di utara Rafah melukai empat warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsi.
Berdasarkan data yang ada, rezim Zionis Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata selama 83 hari berturut-turut. Sejak tercapainya kesepakatan dengan Gerakan Hamas, tercatat 422 warga Palestina gugur dan 1.153 orang lainnya terluka.
Kesepakatan tersebut mengakhiri perang penghancuran rezim Zionis Israel terhadap Jalur Gaza—perang yang dimulai pada 8 Oktober 2023 dan berlangsung selama dua tahun—yang mengakibatkan gugurnya lebih dari 71.000 warga Palestina, melukai lebih dari 171.000 orang, serta menyebabkan kehancuran besar-besaran di Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan biaya rekonstruksi akibat kehancuran tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.


