Demonstran Pro-Palestina Cegah Kapal Pesiar Israel Sandar di Pulau Yunani

Pro Palestin

Roma, Purna Warta – Sebuah kapal pesiar milik perusahaan Israel, yang mengangkut sekitar 1.600 wisatawan, ditolak untuk bersandar di pulau Syros, Yunani, setelah sekelompok demonstran pro-Palestina mencegah penumpang turun sebagai bentuk protes atas perang di Gaza.

Baca juga: Jurnalis Amerika: Iran Berdiri di Pihak yang Benar dalam Sejarah

Kapal pesiar “Crown Iris”, yang dioperasikan oleh raksasa pelayaran Israel Mano Maritime, terpaksa mengalihkan rute ke Siprus pada hari Selasa setelah lebih dari 300 demonstran memblokir akses ke area pelabuhan.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan, mengibarkan bendera Palestina, dan membentangkan spanduk bertuliskan “Hentikan Genosida”, yang mendorong pihak berwenang setempat untuk mengerahkan polisi ke lokasi.

Penumpang yang sempat mencoba turun dari kapal segera diarahkan kembali ke dalam kapal karena alasan keamanan.

Aksi protes ini diorganisir oleh sekelompok warga pulau tersebut sebelum kedatangan kapal, dan mereka menyatakan di media sosial bahwa tujuan demonstrasi adalah untuk “mengangkat tangan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di Gaza.”

“Tidak dapat diterima bahwa turis dari Israel terus disambut di sini sementara rakyat Palestina menderita di Jalur Gaza,” kata para demonstran.

“Sebagai warga Syros, dan lebih lagi sebagai manusia, kami mengambil tindakan yang kami harap dapat berkontribusi untuk menghentikan kehancuran akibat perang genosida yang sedang terjadi di lingkungan kami,” lanjut pernyataan mereka.

Perusahaan Mano Maritime kemudian mengonfirmasi adanya protes tersebut, dan menyebutkan bahwa meskipun demonstrasi berlangsung damai, aksi itu mengganggu jadwal kunjungan kapal.

“Kapal tiba di Syros, menghadapi demonstrasi oleh pendukung pro-Palestina, dan para penumpang terjebak di kapal tanpa izin untuk turun,” jelas pernyataan dari perusahaan.

Awalnya, perusahaan mengumumkan akan ada “penundaan kecil” untuk proses turun dari kapal, dengan harapan demonstrasi akan bubar dalam waktu setengah jam. Namun, setelah pukul 3 sore dan penundaan berlanjut, keputusan pun diambil untuk melewatkan Syros sepenuhnya dan mengarahkan kapal ke Limassol, Siprus.

Baca juga: Ayatullah Sistani Desak Negara-negara Arab dan Muslim Atasi Kelaparan di Gaza yang Makin Parah

Kementerian Luar Negeri Yunani juga mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, telah menghubungi mitranya dari Yunani terkait insiden ini, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Meskipun protes berakhir tanpa cedera atau penangkapan, insiden ini mencerminkan kekhawatiran yang terus meningkat di Yunani atas tindakan Israel di Gaza.

Sebagai informasi, Israel melancarkan perang genosida terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023, dan telah menewaskan sedikitnya 59.106 orang serta melukai 142.511 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *