Baghdad, Purna Warta – Ulama Syiah terkemuka Irak, Ayatullah Agung Ali al-Sistani, mengecam kondisi kemanusiaan yang sangat buruk di Gaza, khususnya kelaparan yang semakin meluas, dan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Muslim untuk mengambil langkah-langkah yang tepat guna mengakhiri tragedi yang mengerikan ini.
Baca juga: Pemimpin: Kemajuan Militer dan Ilmiah Iran akan Semakin Cepat
“Setelah hampir dua tahun pembunuhan dan penghancuran tanpa henti, yang telah menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan terluka, serta menghancurkan banyak kota dan bangunan tempat tinggal, rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza kini hidup dalam kondisi yang mengerikan,” kata Ayatullah Sistani dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam (25 Juli 2025).
Ia memperingatkan bahwa cakupan kelaparan di wilayah pesisir yang terkepung itu telah meluas secara drastis, tanpa satu pun kelompok masyarakat yang luput dari dampaknya.
Ayatullah Sistani menegaskan bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari pasukan pendudukan Israel selain kebiadaban yang keji dalam upaya mereka mencabut akar eksistensi rakyat Palestina.
Ulama Syiah berpengaruh ini menekankan bahwa komunitas internasional, khususnya negara-negara Arab dan Muslim, memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan tragedi kemanusiaan besar ini terus berlanjut.
Ia menyerukan agar upaya global ditingkatkan untuk mengakhiri bencana ini, dan mendesak negara-negara di dunia untuk melakukan segala upaya yang memungkinkan guna menekan rezim pendudukan Tel Aviv dan para pendukungnya agar segera mengizinkan pengiriman makanan dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga sipil tak berdosa di Gaza.
Pernyataan Ayatullah Sistani ini disampaikan di tengah kelaparan yang terus menyebar di Gaza, sementara organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan adanya peningkatan dramatis dalam kasus kekurangan gizi dan kematian akibat kelaparan.
Data terbaru yang didukung oleh PBB menunjukkan bahwa hampir setengah juta orang kini menghadapi tingkat kelaparan ekstrem.
Lembaga-lembaga bantuan melaporkan bahwa lebih dari 100 warga Palestina — mayoritas anak-anak — telah meninggal dunia akibat kelaparan dalam beberapa minggu terakhir, karena fasilitas medis kewalahan menangani ribuan anak yang menderita kekurangan gizi akut.
Baca juga: “Kalian Pembunuh!” – Turis Zionis Diusir dari Restoran di Spanyol
Pengiriman bantuan kemanusiaan terus menghadapi pembatasan besar, karena pasukan Israel menghalangi atau menargetkan konvoi-konvoi yang berusaha menjangkau Gaza bagian utara dan tengah.
Lembaga Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/MSF) dan berbagai organisasi internasional lainnya menggambarkan situasi ini sebagai kelaparan yang dibuat oleh manusia, dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera menekan “Israel” agar mencabut blokade tanpa penundaan.


