Pemimpin: Kemajuan Militer dan Ilmiah Iran akan Semakin Cepat

leader

Tehran, Purna Warta – Dalam sebuah pesan untuk memperingati hari ke-40 sejak kesyahidan para komandan dan ilmuwan top Iran akibat agresi AS-Israel, Pemimpin Revolusi Islam menyatakan bahwa kemajuan militer dan ilmiah akan terus bergerak maju dengan kecepatan dan tekad yang lebih besar.

Baca juga: “Kalian Pembunuh!” – Turis Zionis Diusir dari Restoran di Spanyol

Dalam pesan hari Jumat (25 Juli 2025) kepada bangsa Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengecam “kelompok penguasa Zionis yang jahat dan kriminal” atas agresi terhadap Iran, dan menyebutnya sebagai “pukulan yang dilancarkan oleh musuh keji dan penuh dendam terhadap bangsa Iran.”

“Tidak diragukan lagi, kehilangan para komandan seperti para syahid Bagheri, Salami, Rashid, Hajizadeh, Shadmani, dan personel militer lainnya, serta ilmuwan seperti para syahid Tehranchi dan Abbasi, adalah kehilangan yang berat bagi bangsa mana pun,” ujar Pemimpin. “Namun musuh yang bodoh dan berpikiran pendek tidak berhasil mencapai tujuannya.”

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa upaya rezim Israel untuk memperlambat kemajuan Iran justru berbalik merugikan mereka.

“Masa depan akan menunjukkan bahwa kemajuan militer dan ilmiah kita akan semakin dipercepat menuju cakrawala yang tinggi, insyaAllah,” katanya.

Pernyataan Pemimpin ini datang menyusul agresi Israel pada 13 Juni yang menargetkan para pejabat tinggi dan ilmuwan nuklir Iran dalam sebuah aksi terorisme yang juga menewaskan puluhan warga sipil. Beberapa hari kemudian, Amerika Serikat meningkatkan eskalasi perang dengan membom tiga fasilitas nuklir sipil di Iran.

Sebagai tanggapan yang kuat, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangan balasan terhadap target strategis Israel di seluruh wilayah pendudukan dan juga menghantam pangkalan udara al-Udeid di Qatar, markas militer terbesar Amerika di Asia Barat.

Operasi terkoordinasi Iran memaksa agresi berhenti pada 24 Juni.

Ayatullah Khamenei memuji rakyat dan lembaga-lembaga Iran atas kekuatan mereka dalam menghadapi agresi AS-Israel. “Peristiwa menyakitkan ini juga menyingkapkan titik-titik cahaya — kesabaran dan keteguhan para penyintas, yang tidak terlihat di mana pun kecuali dalam sejarah Republik Islam; keteguhan lembaga-lembaga di bawah kepemimpinan para syahid, yang memastikan bahwa pukulan berat ini tidak menghentikan kemajuan mereka; dan ketangguhan luar biasa bangsa Iran, yang tercermin dalam persatuannya, kekuatan spiritualnya, dan tekad teguhnya untuk tetap bertahan di medan perjuangan.”

Baca juga: Hamas Tolak Klaim AS yang Menyatakan Mereka Menghambat Perundingan Gencatan Senjata

“Para musuh ini seperti menempa besi dingin,” tambahnya. “Republik Islam, dengan rahmat Tuhan, akan semakin kuat dari hari ke hari.”

Pemimpin juga memaparkan tujuh tugas strategis bagi seluruh elemen masyarakat Iran, termasuk: menjaga persatuan nasional, mempercepat kemajuan ilmiah dan teknologi, menjaga martabat nasional, memperkuat kemampuan pertahanan, memastikan efisiensi pemerintahan, memberikan bimbingan spiritual, dan menumbuhkan semangat revolusioner — khususnya di kalangan pemuda.

“Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Kuasa memberikan keberhasilan kepada semua dalam menunaikan tugas-tugas ini,” pungkas beliau.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *