Cendekiawan Inggris: Setelah Kalah dalam Perang Propaganda, Israel Bungkam Para Pengkritiknya Terkait Genosida di Gaza

Palestina

Tehran, Purna Warta – Seorang cendekiawan asal Inggris yang tengah digugat karena aktivismenya yang pro-Palestina di media sosial mengatakan bahwa Israel kini berusaha membungkam para pengkritiknya setelah kalah dalam perang propaganda terkait genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.

David Miller, produser sekaligus pembawa acara Palestine Declassified di stasiun pemberitaan Tehran, menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di platform X pada hari Rabu, setelah Campaign Against Antisemitism (CAA), sebuah LSM pro-Israel, mengajukan tuntutan pidana pribadi terhadapnya.

CAA menyatakan bahwa mereka telah mengajukan tiga dakwaan terhadap Miller, menuduhnya menggunakan platform X untuk mengirim pesan-pesan yang bersifat mengancam.

Miller menegaskan bahwa CAA bertindak atas nama Israel, yang ia sebut sebagai: “rezim supremasi Yahudi yang bersifat permusuhan, tidak sah, dan melakukan genosida.”

Ia menambahkan: “Upaya tuntutan pidana pribadi ini adalah bentuk SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation), dan merupakan tindakan putus asa dari Israel dalam perang propaganda yang sudah mereka kalahkam.” “Israel, melalui CAA, sedang mencoba ‘membeli jalan masuk’ ke dalam sistem peradilan pidana untuk membungkam para pengkritik Zionisme. Tapi mereka akan gagal.”

Tiga unggahan Miller yang menjadi dasar perkara tersebut dipublikasikan sejak November 2024, dan semuanya diakhiri dengan tagar #DismantleZionism (Bubarkan Zionisme).

Sidang pertama kasus ini dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Magistrat Westminster di London pada 2 Juli.

Miller sebelumnya adalah profesor sosiologi politik di Universitas Bristol, namun dipecat secara tidak adil pada Oktober 2021 karena pembelaannya terhadap Palestina.

Kemarahan global terhadap Israel terus meningkat sejak 7 Oktober 2023, saat rezim pendudukan itu melancarkan perang genosida di Jalur Gaza.

Hampir 20 bulan sejak agresi brutal dimulai, Israel gagal mencapai tujuan yang mereka deklarasikan, meskipun telah membunuh sedikitnya 54.607 warga Palestina — sebagian besar perempuan dan anak-anak — dan melukai 125.341 lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *