BBC Dituding Bersekongkol dalam Pemberitaan Genosida Israel di Gaza

BBC a

London, Purna warta – Seorang presenter senior BBC mengungkapkan kritik terhadap lembaga penyiaran tersebut dengan menyatakan bahwa BBC telah bersekongkol dengan Israel melalui pemberitaan yang merefleksikan narasi pihak Israel.

Seorang presenter senior BBC menuduh lembaga penyiaran itu turut bersekongkol dengan Israel dalam pemberitaan perang genosida di Jalur Gaza. Ia mengatakan bahwa manajemen BBC telah memantulkan narasi rezim Israel dan menolak menyebut apa yang terjadi di Gaza sebagai genosida.

Surat kabar Skotlandia, The National, mengutip seorang sumber senior internal BBC yang tidak bersedia disebutkan namanya. Sumber tersebut mengatakan, “BBC telah menunjukkan sikap yang sangat akomodatif dan terlibat dalam keberpihakan terhadap Israel dengan menyiarkan narasi dan argumen-argumennya. Hal itu bahkan terjadi ketika bagi para pemirsa pun sudah sangat jelas bahwa apa yang berlangsung di Gaza merupakan skandal internasional.”

Sumber itu menambahkan, “BBC telah mendengarkan Israel dengan saksama dan mereproduksi argumen pembelaannya. Padahal, tugas media bukanlah melakukan hal tersebut. BBC seharusnya mengambil pendekatan yang lebih investigatif dan akurat.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Francesca Albanese, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, menerbitkan laporan terbaru berjudul Truth Beneath the Rubble: Media in the Time of Genocide (Kebenaran di Balik Reruntuhan: Media pada Masa Genosida). Laporan itu melontarkan kritik keras terhadap BBC.
BBC Dituding Menyangkal atau Mempertanyakan Genosida Israel
Dalam laporan yang dijadwalkan untuk disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 26 Oktober, Albanese menjadikan BBC sebagai salah satu contoh utama. Ia menuduh media-media Barat menyamarkan tanggung jawab Israel melalui penggunaan judul berita.

Berdasarkan analisis media yang dirujuk dalam laporan tersebut, BBC mengaburkan tanggung jawab Israel dalam 83 persen judul berita yang diteliti. Laporan itu juga mencatat lebih dari 100 kasus ketika presenter BBC menyangkal atau mempertanyakan tuduhan bahwa Israel melakukan genosida, sementara pernyataan para pejabat Israel yang mengandung retorika bernuansa genosida dinilai tidak mendapat peliputan yang memadai.

Sumber internal BBC mengatakan, “BBC telah menempatkan dirinya dalam posisi ketika penggunaan istilah genosida seolah-olah tidak diperbolehkan. Menurut saya, ini merupakan sebuah kesalahan.”

Ia menambahkan bahwa terdapat kecenderungan di dalam lembaga tersebut untuk berlindung di balik konsep netralitas, alih-alih menjalankan tugas mendasar jurnalisme, yakni menyampaikan kebenaran di hadapan kekuasaan.
7 Oktober 2023 Dijadikan Titik Awal Konflik dalam Pemberitaan BBC
Laporan PBB tersebut juga mengkritik minimnya konteks historis dan kerangka hukum dalam pemberitaan BBC. Menurut laporan itu, penyebutan Nakba (malapetaka Palestina pada 1948), puluhan tahun pendudukan, serta blokade Gaza selama 19 tahun telah dihilangkan atau ditempatkan di pinggir pemberitaan. Sebaliknya, 7 Oktober 2023 kerap diperkenalkan sebagai titik awal konflik.
Bahasa Emosional untuk Korban Israel Disebut 11 Kali Lebih Banyak
Faisal Hanif dari Pusat Pemantauan Media (Centre for Media Monitoring) juga menyatakan bahwa penelitian lembaganya menemukan perbedaan signifikan dalam cara korban Palestina dan Israel diberitakan.

Menurutnya, laporan mengenai bias media pada 2023 dan 2024 menunjukkan bahwa bahasa emosional untuk menggambarkan korban Israel digunakan 11 kali lebih sering dibandingkan dengan bahasa yang digunakan untuk menggambarkan korban Palestina.
Kemarahan Meluas di Kalangan Jurnalis dan Staf BBC
Des Freedman, profesor media di Goldsmiths, University of London, mengungkapkan adanya kemarahan yang meluas di kalangan jurnalis dan staf BBC. Banyak di antara mereka disebut tidak puas dengan kinerja lembaga tersebut, tetapi belum merasa cukup yakin untuk melakukan protes secara terorganisasi.

Sementara itu, Muhammad Shalaby, mantan pegawai BBC, pada September lalu menyatakan bahwa dirinya telah meninggalkan lembaga penyiaran tersebut karena cara BBC memberitakan perang di Gaza.

Ia mengatakan, “Kami telah menjadikan rekan-rekan kami sebagai sasaran, melemahkan posisi warga Palestina, dan turut berperan dalam proses dehumanisasi mereka. Karena itu, saya juga telah menjadi bagian dari persekongkolan tersebut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *