Al-Quds, Purna Warta – Seorang anggota Knesset rezim Zionis, dalam wawancara dengan Channel 12 televisi rezim tersebut, mengakui kegagalan besar para penjajah dalam perang Gaza.
Yoav Segalovitz, anggota Knesset dari partai “Yesh Atid”, pada hari Selasa membahas statistik kejahatan di wilayah pendudukan serta perang Gaza dalam wawancara dengan Channel 12.
Dalam reaksinya yang tajam terhadap lonjakan angka kejahatan baru-baru ini, ia menyalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir sebagai pihak utama di balik kejadian-kejadian tersebut.
Segalovitz, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri Keamanan Publik, mengkritik keras kinerja Ben-Gvir, dengan menyatakan bahwa lebih dari 100 orang telah dibunuh sejak awal tahun ini, dan hanya dalam sepekan terakhir, terjadi beberapa insiden kekerasan serius.
Ia menegaskan bahwa memerangi kekerasan adalah tanggung jawab kabinet. “Sejak Netanyahu menjabat, tingkat kejahatan meningkat hingga 130 persen, yang menunjukkan kegagalan besar pemerintahan,” ujarnya.
Anggota Knesset ini menekankan pentingnya mencopot Ben-Gvir dari jabatannya, serta mendesak penunjukan individu yang kompeten dalam struktur keamanan dalam negeri, dan membangun komunikasi yang baik antara lembaga-lembaga tersebut dengan komunitas Arab di wilayah pendudukan.
Ia juga menyatakan bahwa kabinet Netanyahu telah mengabaikan pemberantasan kejahatan dan membiarkan keadaan memburuk. Akibatnya, sejak awal tahun 2023, statistik kejahatan melonjak tajam, dengan 106 kasus pembunuhan pada 2022, meningkat menjadi 244 pada 2023, dan mencapai 237 pada 2024.
Mantan wakil menteri tersebut juga menyebut Netanyahu sebagai penyebab utama krisis, dengan menyatakan bahwa penunjukan Ben-Gvir menunjukkan pembiaran terhadap penempatan individu tidak kompeten dan mantan kriminal ke posisi menteri.
Ia menambahkan, “Ketika seorang kriminal rasis duduk di kursi menteri, tak ada yang boleh heran jika hasilnya adalah ketidakamanan dan kekacauan.”
Segalovitz juga mengkritik kebijakan Ben-Gvir terkait distribusi senjata kepada masyarakat sipil, dan menekankan bahwa meningkatnya kepemilikan senjata justru membahayakan keselamatan publik dan memperburuk keamanan komunitas.
Pasukan Rezim Zionis Terluka dalam Serangan Perlawanan
Dalam kabar lain, media rezim Zionis melaporkan bahwa sejumlah pasukannya terluka dalam penyergapan oleh kelompok perlawanan di lingkungan Shuja’iyya, Gaza Timur.
Media-media tersebut juga melaporkan bahwa helikopter dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban luka dari Gaza.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan pengumuman militer rezim Zionis pada Selasa bahwa tiga tentaranya dari Brigade Givati tewas di Jalur Gaza bagian utara, dan dua lainnya mengalami luka-luka.


