Agresi Israel ke Suriah Selatan Dengan Dalih “Zona Keamanan”

Suriah

Al-Quds, Purna Warta – Pasukan tentara rezim Zionis kembali melakukan agresi ke wilayah selatan Suriah dan melepaskan tembakan di kawasan tersebut.

Menurut laporan Kantor Berita Al-Ikhbariyah, pasukan Zionis dengan dalih membentuk “zona keamanan” di Suriah selatan menyerbu pinggiran Daraa dan menargetkan dua orang di wilayah itu.

Berdasarkan laporan tersebut, pasukan Zionis pada pagi hari ini bergerak maju dari Wadi al-Raqqad hingga desa Jamlah yang terletak di pinggiran barat Daraa. Penembak jitu Zionis juga ditempatkan di dataran tinggi Tal al-Maghar. Pasukan pendudukan Zionis menembaki lahan-lahan pertanian di kawasan tersebut dengan senapan mesin.

Juru bicara militer rezim Israel menyatakan bahwa pasukan Zionis menargetkan sejumlah orang bersenjata di “zona keamanan” Suriah selatan. Perlu dicatat bahwa rezim ini di Suriah, sebagaimana di Lebanon, menduduki sebagian wilayah selatan negara tersebut dengan dalih “zona keamanan” dan melakukan agresi terhadap rumah-rumah warga Suriah serta menargetkan mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Daraadan kawasan perbatasan Suriah–Israel sering menjadi lokasi operasi militer dan serangan lintas batas. Israel menyatakan bahwa tindakannya bertujuan mencegah keberadaan kelompok bersenjata yang dianggap mengancam keamanan wilayahnya, sementara pemerintah Suriah dan sejumlah media regional menilai operasi tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.

Konsep “zona keamanan” yang disebut dalam laporan merujuk pada area penyangga yang menurut Israel diperlukan untuk menghalangi infiltrasi kelompok bersenjata dan mencegah serangan terhadap wilayah Israel. Kebijakan serupa juga pernah diterapkan Israel di perbatasan Lebanon pada masa lalu, dan sering menjadi sumber perdebatan internasional mengenai legalitas pendudukan atau penguasaan wilayah penyangga oleh kekuatan militer asing.

Provinsi Daraa memiliki arti strategis karena berbatasan denganYordania dan berada dekat dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Sejak pecahnya konflik Suriah pada 2011, daerah ini berkali-kali mengalami bentrokan antara pasukan pemerintah, kelompok oposisi, milisi lokal, serta operasi udara dan darat yang dikaitkan dengan Israel.

Hingga kini, situasi keamanan di Suriah selatan tetap rapuh. Serangan bersenjata, operasi militer terbatas, dan ketegangan di sekitar perbatasan masih terus terjadi, sementara warga sipil di daerah pedesaan Daraa sering menghadapi risiko pengungsian, kerusakan lahan pertanian, dan gangguan aktivitas ekonomi akibat konflik yang berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *