799 Kasus Pembakaran yang Diduga Dilakukan Secara Sengaja oleh Pemukim Israel di Tepi Barat

Pembakaran

Al-Quds, Purna Warta – Sebuah lembaga Palestina melaporkan bahwa para pemukim Israel telah melakukan 799 kasus pembakaran yang disengaja terhadap properti warga Palestina di Tepi Barat selama tiga setengah tahun terakhir.

Komisi Perlawanan terhadap Tembok Pemisah dan Permukiman Palestina pada Sabtu menerbitkan laporan terdokumentasi yang menyebutkan bahwa selama tiga setengah tahun terakhir, pemukim Israel telah melakukan 799 kasus pembakaran yang disengaja terhadap properti, rumah, kendaraan, dan fasilitas milik warga Palestina di Tepi Barat.

Berdasarkan laporan tersebut, sejak awal 2023 hingga 10 Juli 2026, tercatat total 900 kasus pembakaran yang dilakukan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat. Dari jumlah tersebut, 799 kasus atau sekitar 88,8 persen dikaitkan dengan pemukim Israel, sedangkan 101 kasus atau 11,2 persen dikaitkan dengan militer Israel.

Data dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa jumlah kasus pembakaran mengalami tren peningkatan. Tercatat 217 kasus pada 2023, kemudian meningkat menjadi 264 kasus pada 2024 dan 307 kasus pada 2025. Sementara itu, sejak awal 2026 hingga 10 Juli, tercatat 112 kasus pembakaran.

Dari total 900 kasus pembakaran tersebut, sebanyak 552 kasus atau 61,3 persen terjadi di dua wilayah administratif, yaitu Nablus serta Ramallah dan al-Bireh. Lembaga pelapor menilai pola tersebut sebagai indikasi adanya tindakan yang dilakukan secara terorganisasi dan berulang dengan tujuan, menurut penilaian lembaga tersebut, mengancam keamanan warga Palestina dan properti mereka serta melemahkan keberadaan mereka di tanah mereka sendiri.

Lembaga tersebut juga melaporkan bahwa pada Juli lalu, pasukan militer Israel dan pemukim Israel secara keseluruhan melakukan 2.256 serangan dan tindakan kekerasan di Tepi Barat. Dari jumlah itu, 798 tindakan dikaitkan dengan pemukim Israel. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan menyebabkan tujuh warga Palestina di Ramallah dan Nablus tewas akibat tembakan kelompok bersenjata pemukim. Selain itu, para pemukim juga dilaporkan melakukan 440 tindakan berupa perusakan properti dan penghancuran lahan milik warga Palestina.

Menurut statistik lembaga tersebut, pada paruh pertama 2026 tercatat total 11.074 serangan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan militer Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat. Data tersebut, menurut lembaga pelapor, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kekerasan terorganisasi terhadap warga Palestina.

Komisi Perlawanan terhadap Tembok Pemisah dan Permukiman merupakan lembaga Palestina yang bertugas mendokumentasikan berbagai tindakan Israel di Tepi Barat, termasuk pembangunan tembok pemisah, perluasan permukiman Israel, serta serangan yang dilakukan oleh para pemukim.

Sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, ketegangan di Tepi Barat meningkat secara tajam. Menurut laporan tersebut, pemukim Israel, dengan dukungan atau koordinasi dari pasukan militer Israel, meningkatkan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Serangan tersebut mencakup pembakaran yang disengaja, penghancuran rumah, perusakan lahan pertanian, serta penembakan terhadap warga. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berbagai lembaga hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan mengenai meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel serta menyerukan tindakan untuk menghentikan serangan terhadap warga Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *