2 Pemukim Israel Terluka, Satu kritis, dalam Operasi Perlawanan Palestina

2 Pemukim Israel Terluka, Satu kritis, dalam Operasi Perlawanan Palestina

Tepi Barat, Purna Warta Dua pemukim Israel terluka, salah satunya kritis, menyusul operasi perlawanan Palestina di utara Tepi Barat yang diduduki.

Operasi penembakan tersebut terjadi di kota Huwara, selatan kota Nablus, pada hari Selasa, sebagaimana Kantor Berita Pusat Informasi Palestina telah melaporkan.

Baca Juga : Terperangkap dalam Lingkaran Tanpa Akhir; Dinamika Perairan yang Kompleks antara Iran dan Afghanistan

Badan tersebut mengaitkan operasi tersebut dengan pejuang perlawanan Palestina. Media lain mengatakan Brigade al-Fajr, yang terkait dengan Brigade Martir al-Aqsa – sebuah koalisi kelompok perlawanan Palestina yang berbasis di Tepi Barat – telah mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara itu, sumber-sumber media Israel mengatakan salah satu pemukim berada dalam kondisi kritis, sementara yang lainnya cedera sedang.

Para pejuang berhasil melarikan diri dari tempat kejadian, tambah sumber tersebut, dan mengatakan bahwa bala bantuan militer Israel telah dikerahkan ke daerah tersebut untuk melakukan operasi pencarian komprehensif dalam mengejar para pejuang.

Tepi Barat telah menyaksikan lonjakan operasi perlawanan sebagai reaksi terhadap gencarnya agresi mematikan rezim Israel dan pemukim ilegal terhadap warga Palestina, dan pelanggaran yang hampir setiap hari mereka lakukan terhadap properti dan tempat suci Palestina.

Gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang berbasis di dekat Jalur Gaza, memuji operasi tersebut. Juru bicara Hazem Qassem mengatakan keberhasilan operasi tersebut menunjukkan bahwa pejuang Palestina di Tepi Barat akan terus melawan pendudukan Israel.

Baca Juga : Iran Akan Respons Dengan Tegas Ancaman Dan Tindakan Melanggar Hukum Israel

Operasi tersebut bertepatan dengan peringatan penarikan mundur rezim Israel dari Gaza pada tahun 2005, ia mengingatkan. Qassem menekankan bahwa “hal ini mencerminkan kemampuan rakyat Palestina untuk melawan pendudukan Israel sampai tidak ada lagi tempat bagi penjajah,” lapor Pusat Informasi Palestina, mengutip pernyataannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *